Jumat, 24 Mei 2013

Youngster Inc. » Entrepreneur » “Wahyu L. Sundoro Wirausaha Muda di Bisnis Kaus Pelesetan”


http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Wahyu-Lies-Sundoro-500x281.jpg
Wahyu Lies Sundoro
Penampilan pengusaha muda ini di berbagai seminar kewirausahaan selalu unik. Ia kerap menggunakan jas hitam, dilengkapi dasi kupu-kupu, blangkon dan kacamata. Wahyu Lies Sundoro, begitu nama pria yang meraih gelar Sarjana Kimia dari Universitas Gadjah Mada (2004) ini.
Meski latar belakang pendidikannya di jalur ilmu alam, ia memilih terjun ke bisnis kaus dengan kata-kata pelesetan. “Antara saya dan bisnis saya harus ada chemistry. Kalau tidak, tentu tidak akan eksis seperti sekarang,” ujarnya ketika ditanya mengenai pendidikan dan usahanya tersebut.

Youngster Inc. » Entrepreneur » “Yudhi Besarkan Cosmic Berbekal Kesenangan”


http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Yudhi-Febriantono-500x281.jpg
Yudhi Febriantono
Menjadi pebisnis sudah menjadi pilihan hidup Yudhi Febriantono.Tak mengherankan, pria kelahiran Bandung ini sudah merintis bisnis sejak masih kuliah. “Saya jualan apa saja. Serabutanlah. Dari rental VCD, dagang bunga sampai dagang domba,” ujar sarjana ekonomi dari Universitas Widyatama (Bandung) ini.
Sekarang, bisnis yang dirintisnya sejak 2001 itu sudah bisa dibanggakan. Melalui Cosmic, begitu ia menamakan clothing brand-nya, Yudhi tak hanya memproduksi kaus, tetapi juga kemeja, jaket, sweater, ikat pinggang, topi, jins, sandal, dan aneka produk lainnya. Ia kini memiliki 300-400 agen penjualan, yang tersebar mulai dari di Jawa, Sumatera, Papua, hingga Brunei, Australia, Malaysia dan Jerman. Selain dijual di toko-toko sendiri seperti di Bandung, Surabaya, Serang, Yogyakarta dan Cilegon melalui konsinyasi, para agen ini juga meluaskan jaringan ke distro-distro besar seperti Globe Jakarta dan Chambers Makassar.

Rabu, 22 Mei 2013

Profile » "Christine Setyabudhi, Memulai Karier di Usia 37 Tahun"

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/ChristineCigna1.jpg
Christine Setyabudhi, CEO PT Asuransi Cigna

Memulai karier di usia yang tak lagi muda bukan halangan bagi Christine Setyabudhi. Saat umurnya 37 tahun, ia bertransformasi dari ibu rumah tangga menjadi perempuan pekerja. Kini, hampir 20 tahun berlalu, maka pucuk tertinggi di perusahaan berada di tangannya. Ia berhasil mencapai apa yang yang menjadi targetnya dan membuktikan bahwa dirinya bisa.Di sela kesibukannya, Christine secara antusias berkenan membagi pengalaman menariknya. Berikut petikan wawancara SWA Online dengan CEO PT Asuransi Cigna ini.

"Apa latar belakang terjun ke bisnis ini?"

Pada mulanya, saya ibu rumah tangga yang mengurusi anak-anak. Kemudian, karena latar belakang saya pernah kuliah di luar negeri, banyak tawaran datang. Sebetulnya ada bank yang mau meng-hire saya. Tetapi, menurut saya, konsep asuransi yaitu bisnis yang ada ketika kita berada pada kesusahan, itu lebih membuat saya tertarik. Asuransi kemudian menjadi pekerjaan pertama saya. Sebelum di Cigna, saya memulai karier di Lippo Life. Pengalaman  sebelumnya di awal karierlah yang kemudian membentuk saya hari ini.

Read more > http://swa.co.id/profile/christine-setyabudhi-memulai-karier-di-usia-37-tahun

Selasa, 21 Mei 2013

Editor’s Choice » “Ignasius Jonan, Kereta Api Akan Terus Jadi Pilihan Transportasi”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Ignasius.jpeg
Ignasius Jonan, Dirut PT Kereta Api Indonesia
Ignasius Jonan, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), baru saja terpilih menjadi CEO of Choice 2013. Penghargaan ini diberikan Majalah SWA terhadap para pemimpin perusahaan yang mendapatkan penilaian tinggi dari enam kriteria, yakni magnitude, complexity, inovasi, menciptakan pemimpin, performa, dan governance.
Berdasarkan kriteria itu, Dirut KAI berhasil menjadi yang terbaik. Menyusul kemudian, Zulkifli Zaini (Mantan Dirut Bank Mandiri), Sudirman MR (Presiden Direktur Astra Daihatsu Motor), Iskandar (Dirut Biofarma), dan Dwi Soetjipto (Dirut Semen Gresik).
Berikut penuturan Jonan terkait kondisi di tubuh KAI kepada Ester Meryana dari SWA Online:

Profile » “Stanly Mangindaan, Orang Kepercayaan Tony Fernandes di Bisnis Online Travel”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Stanly-Mangindaan-500x281.jpg
Stanly Fredrik Napoleon Mangindaan

Mengembangkan bisnis online travel agent (OTA)? Pertanyaan itu boleh jadi muncul dalam diri Stanly Fredrik Napoleon Mangindaan ketika mendapat tawaran dari pemilik perusahaan penerbangan Air Asia, Anthony (Tony) Francis Fernandes. Pasalnya, selama ini Stanly memang tidak memiliki pengalaman di dunia online.
Padahal, tawaran yang diajukan Tony kepada Stanly adalah membesarkan dua brand OTA sekaligus, yaitu AirAsiaGo (www. airasiago.com) dan AirAsiaExpedia (www.expedia.co.id). Stanly diharapkan Tony bisa mendukung bisnis utama perusahaan penerbangan ini.

Kamis, 16 Mei 2013

Youngster Inc. » Entrepreneur » “Perjuangan Theo dan Stephen Muluskan Bisnis Mesin Antrean”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Theodosius-Surya-Adhitama-Theo-dan-Jozef-Stephanus-Aditamaputra-Stephen-500x281.jpg
Theodosius Surya Adhitama (Theo) dan Jozef Stephanus Aditamaputra (Stephen)

Sekarang, antre di bank atau kantor layanan pelanggan lainnya tak lagi harus berdiri menunggu giliran orang yang ada di depannya. Ketika masuk, customer hanya perlu tekan tombol mesin antrean otomatis (queuing system) untuk mendapatkan nomor antrean, plus nomor teller atau boks petugas yang akan melayani. Setelah itu, tinggal duduk manis di kursi yang disediakan untuk menunggu panggilan.

Nah, orang yang menangkap peluang bisnis di balik antrean di berbagai tempat itu adalah Theodosius Surya Adhitama (Theo) dan Jozef Stephanus Aditamaputra (Stephen). Keduanya mengembangkan mesin antrean otomatis yang tergolong dalam IT embedded system.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/entrepreneur-youngsterinc/perjuangan-theo-dan-stephen-muluskan-bisnis-mesin-antrean

Editor’s Choice » “Co-creation Multistrada Libatkan Komunitas Drifting Hingga Bobotoh”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/edward-mamahit.jpg
Edward Mamahit, Chief of Global Marketing and Business Development PT Multistrada Arah Sarana
Achilles dan Corsa sebagai produk ban dari PT Multistrada Arah Sarana Tbk. baru-baru ini terpilih sebagai Brand of Choice By Community di Indonesian Consumunity 2013 yang diadakan oleh Majalah SWA dan Prasetiya Mulya.

Tak hanya merangkul komunitas dalam berbagai kegiatan, Multistrada juga melibatkan komunitas dalam penciptaan produk (co-creation).

Ada dua komunitas yang bersinergi dengan Multistrada dalam hal co-creation, yakni komunitas drifting dan komunitas penggemar fanatik klub sepakbola Persib Bandung (atau yang sering disebut Bobotoh).

Edward Mamahit, Chief of Global Marketing and Business Development PT Multistrada Arah Sarana, mengatakan, komunitas-komunitas drifting Multistrada bahkan sudah tersebar ke-25 negara.

Read more > http://swa.co.id/headline/co-creation-multistrada-libatkan-komunitas-drifting-hingga-bobotoh

Profile » “Fahmi Ridho, Arsitek IT Pegadaian”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Ridho-Pegadaian-500x441.jpg
Fahmi Ridho
Meski tidak berlatar belakang pendidikan formal dalam bidang teknologi informasi, Fahmi Ridho memiliki pengalaman yang tak bisa dibilang remeh. Kini, pria yang meraih gelar Sarjana Teknik dari FT Mesin dan Master Akuntansi ini menduduki jabatan IT Solutions Architect di PT Pegadaian.

Di tengah-tengah kesibukannya, Fahmi yang ditemui pada acara IBM Technology Conference & Expo 2013 sebagai salah seorang pembicara ini, berkenan berbagi pengalaman kariernya kepada SWA.

“Apa saja tugas yang dilakukan oleh seorang IT Solutions Architect?”

Read more > http://swa.co.id/profile/fahmi-ridho-arsitek-it-pegadaian

Rabu, 15 Mei 2013

CEO Interview » “Dwi Soetjipto, Nomor Satu bagi Pemimpin Adalah Integritas”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/DwiSoetjipto-19.jpg
Dwi Soetjipto, Dirut PT Semen Indonesoa (Persero) Tbk.
Dwi Soetjipto, Dirut PT Semen Indonesoa (Persero) Tbk, tidak bisa dipisahkan dari sejarah restrukturisasi perusahaan ini, yang mulanya PT Semen Gresik (Persero). Sebagai pemimpin sebuah institusi BUMN besar, Dwi sadar, perubahan adalah suatu keharusan menjaga sustainabilitas pertumbuhan perusahaan.

“Nomor satu bagi pemimpin adalah integritas,” ungkapnya. Kalau integritas pada perusahaan, benar “duduknya” maka ia yakini, pikiran yang diambil itu benar-benar diarahkan untuk apapun yang terbaik bagi perusahaan. Untuk itu adalah harus “firm” pada konsep integritas itu, maka harus tahan pada intervensi atau hambatan dari luar. Kala melakukan perubahan yang lebih baik, di dalam perjalanannya pasti ada resistensi, maka itu harus dipahami bagaimana menghadapinya.

“Saya selalu sampaikan kepada semua orang, jangan pernah takut kalau ada yang tidak setuju, ada resistensi, karena itulah maknanya yang dalam kelompok transformasi organisasi,” katanya kepada Herning Banirestu. Karena dalam sebuah langkah yang semua orang itu setuju, artinya itu hanyalah kurva normal saja.

Read more > http://swa.co.id/ceo-interview/dwi-soetjipto-nomor-satu-bagi-pemimpin-adalah-integritas

Youngster Inc. » Siapa Dia » “Ariandes Veddytarro Rozarius”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Ariandes-Veddytarro-Rozarius-500x281.jpg
Ariandes Veddytarro Rozarius
Ingat iklan pasta gigi Sensodyne? Dokter gigi yang tayang di iklan tersebut, Ariandes Veddytarro Rozarius namanya, rupanya memilih berkarier di dunia korporasi ketimbang melakoni profesi dokter gigi. “Dalam membina karier, kita harus selalu positive thinking. Saya percaya bahwa saya bisa tumbuh di sini. Karena, jujur saja, saya lebih tertantang untuk bekerja di sebuah organisasi yang besar dibandingkan harus bekerja di satu ‘mulut saja’,” ungkap pemilik tinggi badan 175 cm ini lugas.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/ariandes-veddytarro-rozarius

Youngster Inc. » Siapa Dia » “Lorraine Natallie Ratulangi”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Lorraine-Natallie-Ratulangi-500x281.jpg
Lorraine Natallie Ratulangi
Terinspirasi sang ayah yang berkecimpung di dunia perbankan, Lorraine Natallie Ratulangi pun memilih bidang keuangan sebagai pijakan kariernya. Lulus dari Jurusan Finance Mathematics University of Toronto, Kanada, ia diterima bekerja di Citibank. Di bank asing itu, ia mengawali karier sebagai Manajer Relationship pada 2003. Pada akhir 2006, ia pindah ke divisi investasi, persisnya di bagian pemasaran. “Di posisi ini, saya menangani pemasaran dan penjualan produk-produk investasi,” kata kelahiran Jakarta 26 Desember 1981 ini. Tahun 2007, ia didapuk menjadi Manajer Produk yang kemudian mengantarkannya ke posisi yang diembannya saat ini: Vice President Investment and Treasury Product Head.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/lorraine-natallie-ratulangi

Youngster Inc. » Siapa Dia » “Willy Siswopandoyo”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Willy-Siswopandoyo--500x281.jpg
Willy Siswopandoyo
Mengaku memiliki kecintaan pada karier di dunia media dan gaya hidup, tetapi Willy Siswopandoyo memilih menjalankan amanat keluarga untuk memimpin PT Wacana Indo Mitra. Distributor tunggal beberapa alat kesehatan ini memiliki cabang di berbagai kota, sebut saja Pekanbaru, Palembang, Batam, Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Makassar, Manado dan Denpasar. “Saya diberi tanggung jawab melancarkan ekspansi,” ungkap Willy yang didapuk sebagai direktur.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/willy-siswopandoyo

Youngster Inc. » Siapa Dia » “Ervina Hasti”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Ervina-Hasti-500x281.jpg
Ervina Hasti
Lulusan Kedokteran Umum Universitas Trisakti ini memilih mengembangkan karier di dunia korporasi ketimbang di jalur klinis. Ervina Hasti, nama sang dokter, mengawali karier profesionalnya dengan bergabung di Soho. Selama tiga tahun di perusahaan farmasi papan atas itu, karier kelahiran Jakarta 1 Oktober 1981 ini terus benderang. Memulai sebagai Medical Executive sampai dipercaya menjadi Scientific Department Head. Putri pasangan (alm.) Harry S. Mintodiharjo dan dr. Erlita Liani Djohan ini lantas dipinang PT Otsuka Indonesia dan langsung diserahi dua tanggung jawab sekaligus: sebagai Senior Medical Advisor Manager dan Back-up Local Safety Manager of Pharmacovigilance.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/ervina-hasti

Selasa, 14 Mei 2013

Editor’s Choice » “Harry Sutanto, Kunci Kepemimpinannya Komunikasi dan Komunikasi”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Harry-utama.jpg
Harry Sutanto, Dirut Pelindo IV
Kesan pertama yang hadir dari pertemuan dengan Harry Sutanto, Direktur Utama Pelindo IV, adalah sifatnya yang ramah. Dengan senyum dan sapaan ringan, beliau mempersilakan kami dari SWA untuk masuk ke ruangan yang sudah disediakan di sebuah kedai kopi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Ya, cukup bersyukur kami, karena pada saat yang bersamaan Sang Dirut ternyata sedang ada agenda di Jakarta, sehingga kami bisa bertemu langsung dengan dirut yang baru menjabat selama 1,5 tahun di Pelindo IV ini.

Setelah mempersilakan kami untuk bergabung di meja yang sama, tanpa perlu diminta, beliau pun langsung memperkenalkan diri kepada kami yang memang baru bertemu muka saat itu. Dengan logat Jawa yang masih cukup kental, sambil diselingi candaan-candaan, beliau tanpa basa-basi langsung membuka topik pembicaraan dengan menceritakan perihal kondisi yang sedang terjadi di wilayah timur Indonesia, wilayah jangkauan dari Pelindo IV.

Read more > http://swa.co.id/headline/harry-sutanto-kunci-kepemimpinannya-komunikasi-dan-komunikasi

Business Strategy » “Kunci di Balik Kesuksesan Brand RS Hermina”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Muhammad-Nurussalam.jpg
Muhammad Nurussalam, Bussines Development Manager Marketing RS Hermina

Saat bicara tentang rumah sakit ibu dan anak (RSIA), salah satu brand yang terlintas pastilah RS Hermina. Sejak pertama kali berdiri tahun 1967 di wilayah Jatinegara, kini RS Hermina mampu mengembangkan jaringannya hingga 17 unit RS.

Apa kunci sukses rumah sakit ini hingga brand-nya begitu melekat di hati masyarakat? Berikut perbincangan SWA Online dengan Muhammad Nurussalam, Bussines Development Manager Marketing RS Hermina.

“Baru-baru ini RS Hermina berhasil meraih penghargaan Indonesia Healthcare Most Reputable Brand 2013. Bagaimana komentar Anda tentang kemenangan ini?”

Read more > http://swa.co.id/business-strategy/kunci-di-balik-kesuksesan-brand-rs-hermina

Entrepreneur » “Budi Harjana, Loper Koran yang Lejitkan Batik Bantul Hingga ke Jepang”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Budi-Harjana.jpg
Budi Harjana (foto by: Lila Intana)

Kehidupan ekonomi keluarga yang sulit memaksa Budi Harjana harus bersekolah sambil bekerja sebagai loper koran. Sebelum bersekolah, ia harus mengayuh sepeda puluhan kilo untuk mengantarkan koran ke para pelanggannya.

“Itu pun bukan sepeda milik saya, melainkan milik bos agen koran,” kenang Budi. Sampai suatu ketika, ada salah satu pelanggannya yang berbaik hati menghadiahkan sepeda baru. Bermodalkan sepeda itulah kemudian selepas SMA, Budi memutuskan untuk menjadi penjual geplak (makanan camilan khas Yogyakarta).

Read more > http://swa.co.id/entrepreneur/budi-harjana-loper-koran-yang-lejitkan-batik-bantul-hingga-ke-jepang

Senin, 13 Mei 2013

CEO Interview » Emirsyah Satar: Pemimpin Harus Punya Visi dan Menjadi Motivator

Emirsyah Satar, CEO PT Garuda Indonesia Tbk.

Siapa tak kenal pria berkacamata kelahiran Jakarta, 28 Juni 1959 ini? Emirsyah Satar adalah seorang akuntan lulusan Universitas Indonesia tahun 1985 yang meretas keterpurukan Garuda Indonesia. Ayahnya seorang diplomat asal Padang. Emir kecil pernah mencicipi tinggal di berbagai belahan dunia, Praha dan Meksiko di antaranya. Lalu, setamat S-1 Akuntansi UI, ia sempat belajar di Sorbonne, Perancis.
Sepanjang tahun 1998 sampai 2003, Emir bertugas sebagai Direktur Keuangan Garuda Indonesia. Dua tahun selanjutnya sampai 2005, ia duduk di kursi Wakil Direktur Utama Bank Danamon. Usai mengemban jabatan itu, ia kembali ke pangkuan Garuda dengan posisi Presiden Direktur dan CEO, tepatnya sejak bulan Maret.
Dengan pengalaman profesional panjang dan usia 54 tahun, sebenarnya orang akan maklum jika Emir menampakkan garis-garis keletihan. Namun, yang terjadi justru berkebalikan. Dia sama segarnya dengan orang muda 30 tahunan.
Antusiasme Emir tak surut-surut, salah seorang VP-nya bersaksi. Usai memamerkan kinclongnya kinerja Garuda sepanjang 2012 dalam RUPS siang itu, Emir sigap bergegas menuju kafe Hotel Mulia, Jakarta untuk bertemu dengan mitra-mitra bisnisnya yang kebetulan datang dari luar negeri. Agenda ini disambungnya dengan temu koordinasi sejenak dengan para VP sampai mendekati waktu makan malam.
Orang biasa pasti ingin cepat-cepat istirahat kalau sudah begitu. Tapi, Emir masih menyisihkan senyum untuk para pekerja Hotel Mulia. Tak ada yang tak kenal dia di situ. “Rumah saya di belakang rumah Pak Emir, lho,” cerita petugas kebersihan sambil, entah mengapa, ikut bangga juga dengan orang nomor 1 Garuda itu.
Begitulah pribadi pemenang survei “The Best CEO 2013”. Ingin dengar penuturan dari mulut Emir sendiri tentang kepemimpinannya di Garuda? Simak wawancaranya dengan Rosa Sekar Mangalandum berikut ini:
“Bagaimana Anda menjalankan peran perintis di Garuda?”

Harry Surjanto, CTI dan Cita-cita Go Regional

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Harry-Surjanto--332x500.jpg
Harry Surjanto, Presiden Direktur
PT Computrade Technology International

Pengalaman panjangnya sebagai profesional di bidang system integrator, membuat Harry Surjanto dipercaya oleh Multipolar menjadi direktur di salah satu anak perusahaan Multipolar, Compu Trade Indonesia (CTI), yang bergerak di bidang distribusi produk teknologi informasi (TI) pada awal 2000-an. Namun, karena operasi dan kinerja lini bisnis CTI tidak sesuai dengan harapan pihak Multipolar, CTI pun ditutup.
Momen itu menjadi titik balik bagi Harry Surjanto yang saat itu menjadi Direktur CTI dan telah bekerja di Multipolar selama 14 tahun. Bukannya kembali ke Multipolar, ia justru putuskan untuk meneruskan bisnis CTI bersama timnya dengan mendirikan perusahaan baru yang namanya hampir serupa dengan CTI bentukan Multipolar, yaitu Computrade Technology International pada 2003.

Sabtu, 11 Mei 2013

INDONESIA BEST CEO 2013 & FUTURE BUSINESS LEADER (SWA Edisi 10/2013)

INDONESIA BEST CEO 2013 & FUTURE BUSINESS LEADER (SWA Edisi 10/2013)


INDONESIA BEST CEO 2013 & FUTURE BUSINESS LEADER (SWA Edisi 10/2013)


SWA EDISI 10/2013


INDONESIA BEST CEO 2013 & FUTURE BUSINESS LEADER

Kepemimpinan Mereka Terbukti Mendongkrak Kinerja Bisnis yang Sangat Meyakinkan. Apa yang Membuat Mereka Hebat?

Rekam jejak mereka begitu gamblang memperlihatkan kepiawaian mendorong organisasi dan orang-orang di dalamnya tumbuh produktif, efisien dan inovatif. Bekerja sama dengan Ipsos dan Dunamis, tahun ini untuk yang ke 9 kalinya SWA kembali menampilkan 10 Best CEO pilihan karyawan. Mereka sukses meracik empat peran kepemimpinan: perintis, penyelaras, pemberdaya dan panutan untuk mendongkrak kinerja perusahaan. Siapa saja mereka? Siapa pula profesional yang lolos kontes Indonesia Future Business Leaders? Dan siapa pula CEO out of the radar yang mendapat predikat Indonesia CEO of Coice 2013.

Sebuah Cermin di Era Pertumbuhan
Pemimpin yang mau mendengar aspirasi bawahan semakin dibutuhkan agar tak salah dalam menavigasi perusahaan. Tak terkecuali ketika pertumbuhan didorong kuat-kuat.

“Sentuhan Rifa Ariani di Sekolah Global Mandiri”
Sempat terseok-seok, bahkan sampai menggadaikan rumah untuk membayar gaji guru, mantan auditor pajak ini sukses mengembangkan Sekolah Global Mandiri. Bagaimana lika-likunya?

“Sentuhan MBA di Bisnis Personal Skin Care”
Juzardi Joesoef berhasil mentransformasi perusahaan farmasi yang dirintis ayahnya menjadi perusahaan di bidang personal skin care yang memiliki pasar ceruk (niche market) khusus. Apa strateginya?

“Perjuangan Theo dan Stephen Muluskan Bisnis Mesin Antrean”
Sekarang, antre di bank atau kantor layanan pelanggan lainnya tak lagi harus berdiri menunggu giliran orang yang ada di depannya.

EKONOMI & BISNIS

INVESTASI

“KONDOTEL PULAU DEWATA YANG TETAP MEMESONA”
Kondominium hotel (kondotel) masih menjadi lahan investasi yang menarik di Bali. Di samping return berupa hasil sewa, harganya pun terus membubung tinggi. Maka, nikmati pesona investasi kondotel di Pulau Dewata ini.

INTERNASIONAL

“BURTS’ BEES LOMPATAN KUANTUM PETERNAK LEBAH TRADISIONAL”
Kisah ini dimulai ketika seorang peternak lebah tradisional bertemu dengan seorang wanita kreatif, inovatif dan berjiwa pengusaha. Perusahaan yang dimulai dengan modal apa adanya ini berhasil mencapai penjualan US$ 250 juta dalam waktu 30 tahun.

TEKNOLOGI INFORMASI

“MOMEN CINDERELLA ALA RENT THE RUNWAY”
Meski tanpa latar belakang di bidang teknologi dan fashion, dua mahasiswi Harvard Business School sukses mengembangkan layanan sewa online produk high fashion.

INDONESIA YOUNGSTER INC.

ENTREPRENEUR
THEO DAN STEPHEN
YUDHI FEBRIANTONO
WAHYU L. SUNDORO

SIAPA DIA
ANDINA SHINTAWATY
ADITYA N. W. MARTOWARDOJO
RIA MIRANDA
ARIEF PRADETYA


Read more on Facebook
Read more on Google+

SWA Magazine Subscription [http://swa.co.id/subscription]
SWA Digital Magazine Subscription and Download [http://swa.co.id/digitalmagazine]
SWA Mobile Apps Download [http://swa.co.id/mobile]

CEO Interview » “Rajawali Nusantara Indonesia Serius Masuk ke Bisnis Ritel”

Ismed Hasan Putro, PT Rajawali Nusantara Indonesia, CEO, Interview
Ismed Hasan Putro
Sadar akan kekuatan sumber dayanya di bisnis distribusi dan eksistensinya selama ini sebagai produsen consumer goods, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) masuk lebih jauh ke bisnis ritel dengan membuat jaringan toko modern bernama Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali. Hal ini dilakukan dengan mengolaborasikan RNI sebagai produsen gula, teh, dan akan memproduksi minyak goreng, dengan anak perusahaannya yang bergerak di bidang distribusi dan trading, PT Rajawali Nusindo dan kemudian masuk lebih jauh dengan membuat jaringan toko modern dengan sistem kemitraan.

Ismed Hasan Putro, Direktur Utama RNI, menyatakan bahwa pihaknya mau memberikan added value terhadap kondisi yang ada agar untung yang lebih banyak bisa diraih dibanding hanya menjual dengan cara curah atau partai besar. Lebih jelas mengenai alasan RNI masuk ke bisnis ritel dan rencana pengembangannya, berikut wawancara Denoan Rinaldi dengan Ismed Hasan Putro, pada 6 Maret 2013.

“Bisa diceritakan mengenai bisnis ritel RNI, Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali?”

Read more > http://swa.co.id/ceo-interview/rajawali-nusantara-indonesia-serius-masuk-ke-bisnis-ritel

Editor’s Choice » “Martinus S. Sinarya, Mengedepankan Relasi Emosional dengan Karyawan”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Martinus.jpg
Martinus S.Sinarya, CEO Grup Kirana Megatara
Di bawah kepemimpinan Martinus S. Sinuraya, sejak tahun 2010, Grup Kirana Megatara tumbuh pesat. Awalnya jumlah perusahaan yang bernanung di bawah Grup Kinara Megatara baru 10 perusahaan, kini berkembang menjadi 15 perusahaan. Kinerja keuangannya semakin kemilau. Tahun 2010, pendapatan mencapai Rp 11,2 triliun, di tahun 2011 naik menjadi Rp 17,9 triliun, dan estimasi tahun 2012 sebesar Rp 13,5 triliun. Laba usaha di tahun 2010 mencapai Rp 121,2 miliar, di tahun 2011 menjadi Rp 281,6 miliar, dan estimasi tahun 2012 sebesar Rp 367,8 miliar.

Martinus bukan hanya mampu membesarkan perusahaan, tapi juga berusaha mengangkat para petani karet yang menjadi mitra binaannya. Bagaimana sepak terjang Martinus dalam “mengemudikan kapal” Grup Kirana Megatara, diungkapkannya kepada Rangga Wiraspati berikut ini:

“Bagaimana Anda menjalankan empat peran kepemimpinan sebagai CEO?”

Read more > http://swa.co.id/headline/martinus-s-sinarya-mengedepankan-relasi-emosional-dengan-karyawan

Entrepreneur » “Rujuwani Rabith, Cari Mitra Agribisnis Jahe”

Rujuwani Rabith, sediakan lahan 500 hektar untuk kebun jahe
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Pepatah itu seolah menyiratkan dengan kondisi Rujuwani Rabith saat memilih terjun ke dunia bisnis. Berangkat dari lingkungan keluarga pengusaha, dia pun terpincut untuk menjadi seorang entrepreneur sebagaimana ayahnya, Haji Harun Rahim yang lebih dikenal sebagai pengusaha konstruksi di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Debut Rujuwani berkiprah di panggung bisnis dimulai tahun 2004. “Setelah lulus kuliah, saya langsung terjun ke dunia bisnis konstruksi. Jadi, setelah sarjana belum pernah kerja sama orang. Hanya saat kuliah saja freelance kerja sebagai sales promotion girl penjualan produk handphone untuk tambah uang jajan,” kenang wanita lulusan Teknik Arsitektur Universitas Merdeka Malang, Jawa Timur itu.

Read more > http://swa.co.id/entrepreneur/rujuwani-rabith-cari-mitra-agribisnis-jahe

Rabu, 08 Mei 2013

Editor’s Choice » “Penghargaan Indonesia Healthcare Most Reputable Brand Pertama Digelar”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/SWA-awardhealth.jpg
Indonesia Healthcare Marketing & Innovation Conference 2013
Penghargaan Indonesia Healthcare Most Reputable Brand untuk pertama kali diadakan. Acara yang berlangsung Selasa (7/5) di Hotel Shangri-La Jakarta ini merupakan kolaborasi antara Onbee Research, Hachiko-Net Promoter Consultan dan Majalah SWA.

Ada 10 kategori penghargaan, yakni rumah sakit swasta, rumah sakit pemerintah, rumah sakit ibu dan anak, apotek, laboraturium kesehatan, beauty center, eye center, perusahaan farmasi, alat bantu pendengaran, dan asuransi kesehatan. Dari sepuluh kategori tersebut, disaring tujuh pemenang yang mendapat index tertinggi.

Indeks tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan terhadap 2917 responden di tujuh kota besar di Indonesia, yakni Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Makassar, Medan dan Denpasar.

“Hasil riset menemukan bahwa salah satu faktor utama pasien/pelanggan dalam merekomendasikan merek-merek perusahaan di industri kesehatan adalah kualitas pelayanan pelanggan yang diberikan,” ujar CEO Onbee Research, Sumardy.

Read more > http://swa.co.id/headline/penghargaan-indonesia-healthcare-most-reputable-brand-pertama-digelar

Entrepreneur » “Thomas Clayton, Besarkan StartUp dengan Tangan Dinginnya”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Liputan-Bubble-Motion-Thomas-Clayton1-500x281.jpeg
Thomas Clayton, CEO Bubble Motion

Twitter,WhatsApp, KakaoTalk, LINE. Kini, tambah 1 lagi: Bubbly. Uniknya, jejaring sosial ini mengizinkan pengguna berkirim teks dan pesan suara baik lewat ponsel pintar maupun feature phone. Mirip Twitter, namun menggunakan jaringan seluler. Pengguna Bubbly regional Indonesia dan Malaysia sudah mencapai 3 juta. Di antaranya, tak sedikit selebritas. Bisa dikata, Bubbly punya kans bagus merebut hati pengguna Indonesia.

Lebih dari 5 tahun lalu, masa depan Bubble Motion, perusahaan asal Singapura yang memproduksi Bubbly dengan suntikan dana dari Sequoia Capital dan Singtel Innov8, tak secerah kini. Bayangkan, US$ 30 juta modalnya sempat melayang. Untung Sequoia Capital mendatangkan Thomas Clayton pada saat yang tepat.

Tom, demikian veteran Silicon Valley ini kerap disapa, sudah membuktikan tangan dinginnya membuka usaha start up. Start up pertamanya diawali dengan modal US$ 500 kemudian dijual seharga US$ 900.000. Start up kedua, ketiga, dan seterusnya pun sukses di bawah tangan dingin dan pengalaman Tom. Maka, begitu nyemplung ke Bubble Motion pada 2008, ia tak buang waktu membenahi aset utama, insinyur.

Bagaimana Tom menceburkan diri ke lautan start up? Dan bagaimana ayah 2 putri yang pernah merajai ring tinju US National Championships ini mengelola Bubble Motion meski kini belum mengukir kisah sukses setaraf Facebook dan Twitter? Simak obrolan dengan pemilik mata hijau dan pecinta pantai ini di sela focus group discussion Bubble Motion.

Read more > http://swa.co.id/entrepreneur/thomas-clayton-besarkan-start-up-dengan-tangan-dinginnya

Youngster Inc. » Self Employee » “Keuletan Deborah Dewi Memopulerkan Jasa Grafologi”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Deborah-Dewi-500x281.jpg
Deborah Dewi

Tiap orang punya gaya tulisan yang berbeda-beda. Namun, betulkah kekhasan itu mencerminkan karakter dan kepribadian masing-masing? Kalau hal ini ditanyakan kepada Deborah Dewi, ia akan menjawab “ya”.

Deborah mengklaim sejauh ini ia merupakan satu-satunya orang di Indonesia yang sudah memiliki sertifikat internasional di bidang grafologi. Dengan mengolaborasikan 440 indikator, ia dapat menghasilkan sebuah analisis tulisan yang tajam dan mendalam. Mulai dari tingkat kemiringan huruf, kecenderungan pengambilan margin, zona tulisan untuk huruf-huruf bertangkai (karakter huruf b, d, f, g, h, j, k, p, q, t, y), hingga ketajaman sudut huruf-huruf tertentu (misalnya m, n, r).

Di Indonesia, grafologi memang belum terlalu dikenal. Deborah sendiri baru mempelajari ilmu analisis tulisan tangan ini pada 2009. Jujur ia mengakui hal ini bermulai dari kondisi depresi dan persoalan pribadi yang dihadapinya. Alumni Jurusan Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Bandung, ini pun melahap berbagai buku psikologi dan buku-buku yang berkaitan dengan itu. Grafologi dikenalnya dari Sapta Dwikardana, mantan dosennya.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/self-employee/keuletan-deborah-dewi-memopulerkan-jasa-grafologi

Profile » “Merry Harun, Tertantang Hasilkan Manpower Handal untuk Datascrip”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/MerryHarun-500x309.jpg
Merry Harun, Direktur PT Datascrip
Di balik sukses Canon Indonesia ada seorang wanita tangguh yang bekerja dengan hatinya di PT Datascrip, distributor tunggal merek kamera buatan Jepang. Merry Harun mungkin sudah tak asing lagi di telinga kita sebagai salah satu direktur di PT Datascrip. Rambut pendeknya seperti menegaskan bahwa dia orang yang energik, dinamis dan tegas.

Ditemui di sela-sela peluncuran prodak terbaru dari Canon, Merry menceritakan bagaimana dia akhirnya memilih berkarier di Datascrip. Sebelum bergabung dengan Datascrip, Merry terlebih dahulu memulai karier di sebuah perusahan alat berat asal Jerman di tahun 80-an. Selama tiga tahun bekerja di sana, barulah di awal tahun 90-an dia bergabung dengan Datascrip.

Read more > http://swa.co.id/profile/merry-harun-tertantang-hasilkan-manpower-handal-untuk-datascrip

Selasa, 07 Mei 2013

Profile » “Legowo Kusumonegoro, Sosok di Balik Kesuksesan MAMI”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Legowo-Kusumonegoro.jpg
Legowo Kusumonegoro, Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI)

PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), baru-baru ini dianugerahi gelar sebagai Fund House of the Year atau Manajer Investasi Terbaik di Indonesia. Penghargaan ini diberikan oleh Asian Investor, perusahaan media internasional yang menilai perusahaan manajer investasi di 14 negara.

Penghargaan sebagai manajer investasi terbaik di Indonesia ini sangat wajar diberikan kepada MAMI. Jika melihat data per 31 Maret 2013, anak usaha Manulife Financial ini mampu mengelola dana masyarakat hingga Rp 43,9 triliun, milik lebih dari 42 ribu investor. Dengan jumlah dana kelolaan tersebut, maka MAMI masuk sebagai salah satu manajer investasi terbesar di Indonesia.

Read more > http://swa.co.id/profile/legowo-kusumonegoro-sosok-di-balik-kesuksesan-mami

Senin, 06 Mei 2013

Profile » “Hilda Kitti, Gencar Promosi Vaseline Men”


Seorang wanita cantik berdiri di tengah-tengah para biker dan brand ambassador Vaseline Men”, grup band Noah pada sabtu siang (4/5) saat peluncuran Vaseline Men “Band of Biker”. Dialah Hilda Kitti, Brand Manager Vaseline yang pada bulan ini tengah disibukkan dengan campaign Vaseline khusus pria. Seperti apa kiprah perempuan bermata sipit kelahiran Jakarta, 11 Mei 1985 ini dalam menggarap brand Vaseline? Berikut penuturannya kepada Swa Online :
“Sejak kapan Anda bergabung dengan Unilever dan masuk ke Divisi Vaseline?”

Jumat, 03 Mei 2013

Editor’s Choice » Nescafe, Branding Kopi Lewat Sebuah Perjalanan

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/IMG_19781.jpg
Hisma Pratanti, Brand Manager Nescafe Indonesia
Digital marketing dewasa ini menjadi satu hal wajib bagi sebagian pemasar untuk melakukan branding. Di samping mendatangkan feed back yang terbilang cepat dari sisi market, cara ini dipandang dapat memangkas biaya jauh lebih murah ketimbang harus monoton mengandalkan iklan di televisi. Apalagi jika cara pemasarannya dilakukan dengan ‘cerdas’. Tak hanya akan menarik perhatian konsumen, konsep-konsep unik dalam pemasaran pun dapat mendatangkan pengalaman tersendiri bagi konsumen.

Hal serupa dilakukan oleh Nescafe Indonesia. Dengan packaging yang menarik, produk kopi besutan Nestle ini secara total memanfaatkan media sosial dalam pemasarannya. Melalui atribut “Nescafe Journey”, pelanggan berusaha dijerat lebih dekat dengan memanfaatkan momentum perjalanan yang dirancang secara eksklusif oleh Nescafe.

“Kenapa kami memilih journey? Pertama karena kami ada brand insight, bahwa saat minum kopi, kita akan take a pray the moment of our self. Secara personal penikmat kopi akan mendapatkan mental journey dari aktivitasnya. Apakah perjalanan menyusuri tempat-tempat baru, ataukah perjalanan untuk mengetahui dari mana asal kopi mulai dari biji awal hingga jadi produk jadi,” terang Hisma Pratanti, Brand Manager Nescafe Indonesia.

Read more > http://swa.co.id/headline/nescafe-branding-kopi-lewat-sebuah-perjalanan

Business Strategy » “Promosi Biskuat Andalkan Film Buatan Anak Pertama di Dunia”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/IMG_2336.jpg
Yessy Harahap, Manager Marketing Biskuat
Selama ini Biskuat gencar berpromosi melalui ajang olahraga yang digemari anak-anak, yakni sepakbola. Bahkan, merek dagang milik PT Kraft Foods Indonesia ini sempat mendatangkan bintang sepakbola asal Spanyol, Cesc Fabregas.

Strategi promosi tersebut kini diubah. Saluran promosi mereka beralih dari ajang olahraga ke ajang seni, yaitu Biskuat mensponsori pembuatan film pertama di dunia yang seluruhnya dikerjakan oleh anak-anak.

Yessy Harahap, Manager Marketing Biskuat, mengatakan, selama 14 tahun Kraft membangun brand Biskuat dengan fokus pada kegiatan fisik anak-anak, yakni di bidang olahraga. Cara berpromosi itu terbukti sukses. Faktanya, biskuit energi ini berkontribusi paling besar terhadap keseluruhan bisnis Kraft Food di Indonesia.

Read more > http://swa.co.id/business-strategy/biskuat-promosi-lewat-film-buatan-anak-pertama-di-dunia

“K. Nina Adelia, Bercita-cita Menjadi Menteri Sebelum Usia 50 Tahun”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/Nina-adelia-500x349.jpg
K. Nida Adelia, Managing Director Trinaya Media

Eksekutif wanita yang satu ini tidak asing di dunia media. Dia adalah K. Nina Adelia, Managing Director Trinaya Media, mengelola beberapa majalah khusus perempuan, seperti Kartini, ELLE, Marie Claire, Girlfriend, Annissa, Kartika, dan sebagainya. Di bawah kepemimpinannya, ELLE pernah menerbitkan majalah dengan jumlah 1.000 halaman, 300 halaman di antaranya berisi iklan. Majalah itu kemudian menyabet rekor MURI sebagai majalah dengan jumlah halaman terbanyak, dan membawa Nina Adelia menjadi pembicara di ELLE International Conference 2012 di Paris untuk mempresentasikan proses pembuatan 1.000 halaman lebih majalah ELLE.

“Bagaimana gaya kepemimpinan Nina Adelia, serta apa saja impiannya di masa mendatang? Ia mengungkapkannya kepada Gustyanita Pratiwi:”

Read more > http://swa.co.id/profile/k-nina-adelia-bercita-cita-menjadi-menteri-sebelum-usia-50-tahun

Kamis, 02 Mei 2013

My Article » “Reposisi yang Lama, Kreasi yang Baru” Oleh: Ekuslie Goestiandi

Ekuslie Goestiandi
Oleh: Ekuslie Goestiandi
Kita semua sudah mafhum bahwa satu-satunya yang tak berubah alias abadi dalam kehidupan hanyalah perubahan itu sendiri. Dari zaman dulu, hukumnya sudah seperti itu. Yang membedakannya hanyalah dinamika dan kecepatan perubahan itu sendiri. Daur ulang produk juga semakin pendek. Barang konsumen yang dulu berganti model setiap tiga tahun, boleh jadi saat ini sudah berubah bentuk setiap 6 bulanan. Demikian pula, rata-rata usia perusahaan pada kenyataannya semakin menurun dari masa ke masa. Sebuah studi bahkan menunjukkan jika di tahun 1960-an, rata-rata usia hidup sebuah perusahaan yang terdaftar dalam S&P 500 sekitar 61 tahun, maka di tahun 1980-an usianya berkurang menjadi 25 tahun. Dan saat ini, umurnya pun bahkan menciut lagi menjadi 18 tahun. Betapa cepat dan dinamisnya gerak perubahan yang terjadi, khususnya dalam peradaban korporasi!

Suka tidak suka, perubahan medan pasar yang masif, perkembangan teknologi baru yang cepat dan hadirnya para pendatang bisnis baru yang sangat efisien dan berbiaya murah, membuat perusahaan mapan tak bisa santai dan berlama-lama menikmati kejayaannya. Kembali pada hukum alam “perubahan”, satu-satunya jalan yang memungkinkan sebuah perusahaan bertahan dan bertumbuh langgeng adalah melakukan perubahan itu sendiri. Di dunia korporasi, perubahan ini lazim disebut sebagai transformasi organisasi.

Read more > http://swa.co.id/my-article/reposisi-yang-lama-kreasi-yang-baru

Profile » “Siti Prameswari Wulandari, Memberi Lebih dari yang Diminta Perusahaan”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/05/PrameswariBesar-500x329.jpg
Siti Prameswari Wulandari

Siti Prameswari Wulandari, Industry Market Development Manager Microsoft Indonesia, berperan memasarkan produk-produk Microsoft untuk sektor publik, khususnya lembaga edukasi dan pemerintahan. Tugasnya adalah memberikan informasi mengenai opsi-opsi yang dimiliki produk Microsoft untuk kedua sektor lembaga itu. Nah, apa saja terbosan yang dilakukan Prameswari dalam mengemban tugasnya? Ikuti perbincangannya dengan Rangga Wiraspati:

“Apa tugas dan tanggung jawab Anda di posisi sekarang?”

Posisi saya saat itu adalah Audience Marketing Manager for Education. Saya berada di posisi itu selama dua tahun, kemudian bulan November 2012, saya dipromosikan untuk posisi Industry Market Development Manager. Perannya kurang lebih campuran antara marketing dan managing partners. Area marketing yang saya pegang adalah sektor publik. Karena saya orang marketing yang secara khusus mengurus sektor publik, saya meminta input dari bagian sales pada departemen kami mengenai kebutuhan pasar, ketika konsep aktivitas pemasaran sudah terbentuk, saya berkonsultasi dan membagi tugas dengan bagian marketing.

Read more > http://swa.co.id/profile/siti-prameswari-wulandari-memberi-lebih-dari-yang-diminta-perusahaan