Kamis, 28 Februari 2013

StartUp » Lompatan Ardy dari Bisnis Distro ke Pergelaran Musik Cadas

Java Musikindo (Adrie Subono), Big Daddy (Michael Rusli), Buena Produktama (Peter Basuki), dan Original Production (Tommy Pratama Hernanto) adalah nama promotor musik yang sudah tak asing lagi di jagat pergelaran musik nasional. 
Ardy Chambers
Hardinansyah P.S., pendiri dan direktur perusahaan promotor musik Chambers Entertainment
Bagaimana di daerah? Selama ini nyaris tak terdengar. Namun belakangan ini, muncul nama baru yakni Chambers Entertainment, yang sukses menyelenggarakan hajatan musik rock terbesar di wilayah Indonesia Timur bernama Rock In Celebes (RIC). Hebatnya, pada ajang yang kedua (tahun 2012) di Trans Studio Makassar, ajang ini tak hanya mendatangkan grup band musik lokal, tetapi juga internasional seperti Dawn Heist, Cyanide Serenity, Pyscroptic, Suffocation, dan band asal Kalifornia, Amerika Serikat, Secondhand Serenade.

Sosok di balik Chambers Entertainment adalah Hardinansyah P.S., pendiri dan direktur perusahaan promotor musik ini. Menurut Ardy Chambers, begitu namanya yang lebih dikenal khalayak, aktivitas Chambers ini semula berawal dari hobinya bermusik. Ia mengaku mencoba menyalurkan kegemarannya itu dalam bentuk yang lebih nyata seperti membuat album rekaman band lokal, majalah, dan merchandise lainnya. Dari sini, keinginannya berkembang untuk memperkenalkan musik lebih luas kepada masyarakat Makassar dengan menggelar pertunjukan musik. “Dulu di Makassar sangat jarang bisa melihat langsung pertunjukan artis,” ujar pria kelahiran Watampone 4 September 1982 ini.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/startup/lompatan-ardy-dari-bisnis-distro-ke-pergelaran-musik-cadas

Profile » “Bisnis Mengalir Etty S. Bachir”

Bermula dari hobi, kini ia dikenal sebagai desainer dan pembuat busana bagi kalangan atas. Di dalam negeri pelanggannya para artis dan pejabat negara. Ketika salah satu petinggi negara menikahkan putranya, semua busananya digarap oleh wanita paruh baya bernama lengkap Etty Setiawan Bachir ini. Bahkan, produk busananya telah dipasarkan hingga Malaysia. Berkat keuletannya, kini ia telah memiliki tujuh gerai yang khusus memajang produk-produknya yang berada di mal-mal elite, di antaranya di Pasaraya Al Madina Blok M Jakarta dan Plaza Senayan Jakarta. Produknya juga sempat masuk ke Metro Department Store.

Etty S Bachir
Etty Setiawan Bachir
Wanita kelahiran Pekalongan 29 September ini menganggap apa yang dicapainya ini sebenarnya mengalir bagai air. Pada 27 tahun lalu ia memulai usaha ini. “Saya tidak tahu mulainya dari mana,” kata penyandang gelar sarjana hukum ini.

Etty mengaku tak bisa menjahit tetapi dari kecil ia suka dengan pakaian yang bagus, modis dan trendi — sesuatu yang tak sulit ia peroleh karena ia berasal dari keluarga (orang tua dan mertua) pebisnis batik. Mertuanya bahkan merupakan pengusaha batik yang cukup besar di Pekalongan. Ia sendiri baru terjun ke bisnis fashion setelah menikah. Ketika itu, anak kedua lahir, dan ia mulai mencari-cari kegiatan yang membuatnya bisa berkarya. “Suami saya maunya saya bisa berkarya namun tetap bisa mengasuh anak,” ujarnya. Dulu ketika anak-anak masih kecil ia kerap mengantar anak sekolah. Saat itu banyak orang tua murid yang naksir baju yang ia kenakan, terutama batik. Dari sini ia kerap membawa mereka ke rumah, kebetulan ia punya banyak koleksi batik dari orang tuanya.

Read more > http://swa.co.id/profile/bisnis-mengalir-etty-s-bachir

Rabu, 27 Februari 2013

Portfolio » “Musisi yang Serius Trading Saham”

Piyu, Padi

Sejak bergabung dengan grup band Padi tahun 1998, saya telah memutuskan bahwa musik adalah bisnis saya. Tapi saya lebih memilih menjadi seorang investor,” itulah yang dikatakan Piyu dalam presentasinya di acara Investor Summit, 28 November 2012. Lalu bagaimana perjalanan Piyu hingga menjadi trader seperti sekarang?

Selain tetap aktif sebagai musisi dan menjalankan berbagai bisnisnya di bidang musik dengan menjadi produser grup musik (merek) dan mengadakan proyek pencarian talenta setiap tahun, pria bernama asli Satrio Yudi Wahono atau yang lebih dikenal sebagai Piyu Padi ini kini memang aktif berinvestasi saham. Ia bahkan cenderung menjadi seorang trader ketimbang menyimpan saham yang dibelinya untuk waktu lama. Tak heran, musisi yang dikenal sebagai motor grup band Padi ini diundang oleh Bursa Efek Indonesia sebagai salah satu pembicara di Investor Summit tersebut

Read more > http://swa.co.id/portfolio/musisi-yang-serius-trading-saham

Technology » Millenalis Lebih Puas Bekerja dengan Gadget Milik Sendiri

Perkembangan dunia teknologi yang disertai dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat akan penggunaan alat teknologi, turut mempengaruhi perkembangan gaya-kerja dan gaya-hidup para pengguna teknologi di era seperti saat ini.

Andreas Kagawa,
Country Manager VMware Indonesia
Hal tersebut setidaknya tercermin dari hasil penelitian yang baru-baru ini dilakukan oleh VMware yang bekerja sama dengan Acorn Research di tahun 2013 ini. Pada penelitian yang dilakukan kepada 2.100 orang di 12 negara Asia Pasifik, termasuk 150 responden berasal dari Indonesia, menunjukan adanya perubahan gaya-kerja, yang utamanya terjadi pada kalangan kerja usia muda.

“Kita sedang mengalami sebuah revolusi teknologi yang didikte oleh kebutuhan masyarakat Indonesia yang muda, connected dan bersemangat,” ujar Andreas Kagawa, Country Manager VMware Indonesia, pada media briefing di Jakarta, hari ini (26/2/2013).

Read more > http://swa.co.id/technology/millenalis-lebih-puas-bekerja-dengan-gadget-milik-sendiri

Siapa Dia » "Aryo Ariotedjo"

Aryo Ariotedjo
Aryo Ariotedjo
Setelah lebih dari tiga tahun berkarier di berbagai perusahaan — antara lain di BCA dan Medco Power — Aryo Ariotedjo bertekad membangun bisnis sendiri. Debutnya adalah membangun bisnis payment system dengan nama Blinc pada 2011. Bersama dua rekannya, lelaki kelahiran 1988 ini kemudian mengambil alih Gravira.com, perusahaan yang bergerak di bisnis e-commerce. Di bawah kendalinya, perusahaan yang hampir gulung tikar ini menjadi perusahaan yang kompetitif berkat program rebranding. Gravira menghimpun 10.000 pengguna hingga saat ini.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/aryo-ariotedjo

Siapa Dia » "Sanny Villa"

Sanny Villa
Sanny Villa
Gagal menjadi diplomat – Kementerian Luar Negeri menghentikan rekrutmen sepanjang 1998-2002 – Sanny Villa memilih terjun di dunia pemasaran. Ternyata, karier lulusan Hubungan Internasional dari Universitas Parahyangan ini bersinar di sejumlah perusahaan papan atas. Jejak kariernya, antara lain, Spesialis Produk Senior Johnson & Johnson; Manajer Akun Distribusi American Power Conversion; Manajer Pengembangan Bisnis Hewlett-Packard; di IBM dan akhirnya kini di Intel Indonesia Corporation sebagai Head of Channel Sales merangkap Manajer Bisnis Distribusi.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/sanny-villa

Siapa Dia » Muhammad Assad

Muhammad Assad
Muhammad Assad
Sukses Notes From Qatar (NFQ) dan NFQ2 yang sudah masuk cetakan ke-10 dan terjual 30 ribu kopi sejak diterbitkan pada 2011, tak membuat Muhammad Assad berpuas diri. Menggandeng Edwyn Rahmat, kelahiran Jakarta 16 Januari 1987 ini membesut Rayyan Capital. Baru dua bulan dibesut, perusahaan pengelola dana investasi di bawah payung PT Rayyan Global Investama ini mampu menjaring dana investasi Rp 1 miliar dari investor individual. Saat ini, portofolio bisnis yang tengah dikembangkan Assad yang bertindak sebagai CEO adalah bisnis resto dengan meluncurkan Jakarta Coffee House dan Jakarta Steak House.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/muhammad-assad

Siapa Dia » “Tia Bahrawi”

Tia Bahrawi1
Tia Bahrawi
Setelah malang melintang di industri fast moving consumer goods (FMCG), sejak Oktober 2011 Tia Bahrawi berlabuh di Glaxo Smith Kline (GSK). “Ini lebih ke OTC pharmaceutical, at least new knowledge and new things to learn,” ujar kelahiran Surabaya 11 Juli 1970, yang didapuk menjadi Manajer Merek Senior Panadol. Ia bertanggung jawab atas keseluruhan bisnis Panadol di Indonesia. “Lebih ke sisi pemasaran, saya lebih peduli pada komunikasi dan aktivitas yang menyentuh konsumen,” imbuhnya. 

Selasa, 26 Februari 2013

Youngster Inc. » Entrepreneur » “ESRE Denim, Produk Denim Lokal Besutan Mahasiswa”

Razka Pradana, Akbar Sinungan & Fattah Riphat
Razka Pradana, Akbar Sinungan & Fattah Riphat
Usia Razka Pradana Ibrahim baru menginjak 22 tahun. Namun, anak muda yang masih tercatat sebagai mahasiswa Jurusan Manajemen STIE Putera Sampoerna angkatan 2010 ini bersama rekannya, Akbar Sinungan, telah berani meluncurkan merek pakaian berbahan denim bernama ESRE Denim (situsnya www.esredenim.com). Merek ini mereka telurkan di awal 2010.

Perusahaan yang berproduksi di Tangerang dan berkantor di bilangan Mampang, Jakarta. ini memiliki kapasitas produksi (terpasang) bulanan sekitar 600 potong. Adapun total produksinya sekarang sekitar 2.000 potong lebih setahun, dalam berbagai warna. Bahannya diimpor dari Jepang, Thailand dan Amerika Serikat. Pernik-pernik seperti kancing dan ritsleting didatangkan dari perusahaan di AS, Scovill. Tak mengherankan, harga produk yang mereka patok terbilang tidak murah, mulai dari Rp 400-an ribu hingga Rp 1 juta. Ini menunjukkan segmen yang disasar adalah menengah-atas dengan usia 18-25 tahun. ESRE Denim dipasarkan di Surabaya, Jakarta dan Bandung.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/entrepreneur-youngsterinc/esre-denim-produk-denim-lokal-besutan-mahasiswa

Siapa Dia » “Peter James Rampengan”

Peter James Rampengan
Peter James Rampengan
Di usianya yang baru 27 tahun, Peter James Rampengan sudah dipercaya memegang posisi GM Produk Infrastruktur Jaringan PT Synnex Metrodata Indonesia. Tanggung jawabnya mengembangkan bisnis produk infrastruktur jaringan, yang mencakup kewenangan mendapatkan merek produk infrastruktur jaringan yang baru dan mengembangkannya, membuat strategi penjualan, dan mengembangkan timnya. Saat ini terdapat empat merek produk infrastruktur jaringan yang ditanganinya: Huawei, Avaya, ZTE dan Fortinet.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/peter-james-rampengan

Siapa Dia » “Galuh Wulandari”

Galuh Wulandari
Galuh Wulandari
Kendati lulusan manajemen pemasaran dari STIE IbiI, Galuh Wulandari justru memiliki passion di bidang seni. Untuk menyalurkannya, istri Putu Gede Adiputra ini lantas kursus wedding make up dan advanced hairdo di Martha Tilaar International Beauty School (MTIBS) dan Rudy Hadisuwarno Hairdressing School. Dan, pergumulannya sebagai make up artist bermula dari ajakan temannya sesama alumni MTIBS. “Awalnya, info dan relasi klien berasal dari jaringan sesama make up artist,” ujarnya. Setelah itu, rekomendasi klien dari mulut ke mulut. Terlebih, ia kemudian malang melintang sebagai make up artist di fashion spread majalah wanita dan mode.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/galuh-wulandari

Siapa Dia » “Isra Ruddin”

Isra Ruddin
Isra Ruddin
Komunikasi dan pemasaran adalah dunia yang telah melekat erat dalam jiwa Isra Ruddin. Selama hampir dua windu, ia melakoni karier di bidang tersebut. Alumni S-2 London School University, Jakarta ini mengawali karier sebagai tenaga promosi di RCTI (1998). Setelah itu, ia sempat menjajal karier di perbankan dengan memasarkan kartu kredit. Kariernya mencorong saat bergabung dengan Indosat. Ia dipercaya memangku jabatan Head Programme & Event Retension Post Paid. Jabatan Kepala Divisi Pemasaran Terpadu disandangnya saat bergabung dengan Smile Telcom Technology, vendor handset dan distributor BlackBerry.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/isra-ruddin

Senin, 25 Februari 2013

Beyond Business: Obsesi & Passion Para Legenda Bisnis Bagi Kemajuan Indonesia (SWA EDISI 04/2013)


Beyond Business: Obsesi & Passion Para Legenda Bisnis Bagi Kemajuan Indonesia (SWA EDISI 04/2013)

Setelah sukses dan teruji sebagai pebisnis dan profesional senior, mereka tergelitik menyumbangkan passion dan pemikirannya untuk kemajuan Indonesia? Siapa saja para legenda bisnis yang punya obsesi menyelesaikan masalah-masalah besar yang dihadapi Indonesia? Seperti apa ketajaman pemikiran-pemikiran mereka? Apa yang harus dilakukan agar pemikiran mereka bisa diaplikasikan?

“Visi Besar Para Pebisnis Hebat”
Seabrek masalah besar tak kunjung terselesaikan di negeri ini. Sejumlah pebisnis senior pun terpanggil menyumbangkan pemikiran dan tenaga sesuai dengan passion dan obsesi mereka. Demi Indonesia yang lebih baik.

“Formula Strategi Raja Tekstil dari Solo”
Di tengah limbungnya industri tekstil nasional karena hantaman produk-produk China, perusahaan dari Solo ini justru melenggang dan tumbuh pesat. Apa jurus manajerialnya sehingga omsetnya Rp 4 triliun?

“Lynn Ramli Jago Kartu Kredit yang Sukses Besarkan Perusahaan Pembiayaan”
Kemampuannya dalam mengelola kartu kredit Bank Danamon mengantarkannya menjadi komandan Adira Kredit. Bagaimana ia melesatkan perusahaan pembiayaan ini hanya dalam tempo tiga tahun?

“Lompatan Ardy dari Bisnis Distro ke Pergelaran Musik Cadas”
Java Musikindo (Adrie Subono), Big Daddy (Michael Rusli), Buena Produktama (Peter Basuki), dan Original Production (Tommy Pratama Hernanto) adalah nama promotor musik yang sudah tak asing lagi di jagat pergelaran musik nasional.

EKONOMI & BISNIS PEMASARAN

“CARA GERILYA TABLET LOKAL MERAMBAH PASAR LOKAL”
Meski tablet lokal sudah memiliki pangsa pasar sendiri, posisinya sangat rawan terhadap gempuran pemain tablet global yang mulai turun gunung. Bagaimana upaya mereka agar tetap eksis di tengah pasar lokal?

INVESTASI

“BERINVESTASI ITU SEPERTI BERCOCOK TANAM”
Berasal dari keluarga sederhana, Agus Basuki Yanuar terbiasa merencanakan keuangannya sejak masih duduk di bangku SMA. Apalagi, lahir dan tumbuh di daerah pertanian juga membuatnya memahami filosofi investasi yang seperti bercocok tanam.

INTERNASIONAL

“PERTARUHAN AKBAR MANTAN KAISAR BISNIS INTERNET”
Meroket dan terempas di bisnis Internet, pada 2001 Masayoshi Son mengalihkan fokus ke bisnis telekomunikasi. Langkah besar apa yang dia ayun buat mengibarkan SoftBank jadi imperium bisnis terakbar dalam 30 tahun ke depan?

TEKNOLOGI INFORMASI

“WAHANA PECINTA KREASI BERNAMA CRAFTSY”

INDONESIA YOUNGSTER INC.

ENTREPRENEUR
ESRE DENIM

SIAPA DIA
LODY LUKMANTO
K. NINA ADELIA
RENDY AHMAD
WURI PUTRI UTAMI

STARTUP
KARK MOBILE EDUCATION
ARDY CHAMBERS


Read more on SWAMAGAZINE Facebook

SWA Magazine Subscription [http://swa.co.id/subscription]
SWA Digital Magazine Subscription and Download [http://swa.co.id/digitalmagazine]
SWA Mobile Apps Download [http://swa.co.id/mobile]



CEO Interview » “CEO Sumisho: Sukamart Garap Grosir E-Commerce Indonesia”

CEO PT Sumisho E-Commerce Indonesia, Taketo Kokubo,
dan Marketing Manager PT Sumisho E-Commerce Indonesia, Christopher Campbell

Perusahaan asal Jepang, Sumitomo Corporation melirik kesempatan bisnis ritel di Indonesia. Sumitomo tak berbisnis ritel fisik seperti minimarket, melainkan membuka bisnis ritel secara online lewat situs sukamart.com. Situs penjualan ritel online tersebut diserahkan kepada PT Sumisho E-Commerce Indonesia yang merupakan perusahaan joint venture antara Sumitomo Corporation dengan PT Sumitomo Indonesia. Ide toko online ini sudah diperkenalkan sejak Agustus 2012.

Sukamart saat ini menawarkan berbagai macam produk dari seluruh dunia, termasuk dari Indonesia dan Jepang, yang terdiri dari enam kategori utama: makanan, minuman, perawatan pribadi, perawatan kesehatan, perawatan bayi, serta rumah dan dapur. Pelanggan dapat memesan produk di situs Sukamart hanya dengan dua langkah dan melakukan pembayaran melalui transfer bank.


Sukamart meramaikan persaingan bisnis ritel di Indonesia, karena pemain ritel online untuk kategori produk rumah tangga di Indonesia masih sedikit. Berikut petikan wawancara SWA dengan para perwakilan Sukamart, CEO PT Sumisho E-Commerce Indonesia, Taketo Kokubo, dan Marketing Manager PT Sumisho E-Commerce Indonesia, Christopher Campbell:

Read more > http://swa.co.id/ceo-interview/sukamart-garap-ceruk-grosir-e-commerce-indonesia

Youngster Inc. » Entrepreneur » “Modal Rp 40-an Juta, Diana Rikasari Besut Sepatu Up”

Hanya bermodal Rp 40-an juta, Diana Rikasari membangun usaha sepatu khusus perempuan, bernama Up. Usaha Up dimulai pada 2012 dengan niat awal iseng-iseng berwirausaha. Minat bisnis itu pun didasari oleh kegemarannya menggambar desain dan menjual bingkai foto pada teman-teman sekolah sejak SMP.

Diana RIkasari
“Setelah melihat bahwa Up bisa berkembang, saya tahu itulah saatnya mulai serius. Saya pun membentuk badan hukumnya,” terang perempuan modis kelahiran 1984 yang mendirikan PT Bitdas Indonesia ini.

Produk Up meliputi sepatu hak tinggi berjenis wedges dan sandal kasual. Berbeda dengan produsen sepatu yang menghasilkan ready stock sampai ratusan pasang, Diana berproduksi berdasarkan pesanan lewat situs internet dan jejaring sosial. Yang bertanggung jawab merancang sepatu ialah Diana sendiri. “Saya menggambar desain dari nol agar betul-betul baru. Up sangat menghargai orisinalitas,” terangnya.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/entrepreneur/modal-rp-40-an-juta-diana-rikasari-besut-sepatu-up

Jumat, 22 Februari 2013

Business Strategy » Kelahiran Komunitas ID-Android Dibidani Pengagum Pendiri Google

Android, komunitas
Komunitas ID-Android
ID-Android, kini menjadi salah satu komunitas paling berpengaruh bagi kehadiran sebuah produk, terutama produk gadget berbasis Android. Bagaimana tidak, sejak awal kelahirannya di tahun 2007, kini ID-Android memiliki 12.600 anggota, yang secara aktif terdaftar di komunitas ini. Dengan jumlah tersebut, ID-Android diklaim sebagai komunitas Android pertama dan terbesar hingga saat ini di Indonesia. Ditemui di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Semanggi, Agus Hamonangan, founder ID-Android, berkenan membagi waktunya untuk berbincang mengenai komunitas yang ia lahirkan sendiri ini. 

Agus Hamonangan, Android, komunitas
Agus Hamonangan
Agus, begitu dirinya akrab disapa, menuturkan bahwa dirinya sangat mengidolakan sosok salah seorang pendiri Google, Sergey Brin. Menurut Agus, Sergey lah yang menjadi otak dari lahirnya Google. Hal ini lah yang mendasari mengapa Agus lebih mengidolakan Sergey Brin ketimbang Larry Page. “Kalau Larry kan lebih ke urusan bisnisnya. Kalau Sergey itu benar-benar otak dari Google itu sendiri,” ujar Agus. Dari mulai menggemari sosok Sergey ini lah, lantas Agus memulai kesengsem pada Android dan mulai membentuk suatu komunitas yang kini dikenal dengan nama ID-Android. Berikut adalah hasil wawancara Radito Wicaksono dengan Agus:

Read more > http://swa.co.id/business-strategy/kelahiran-komunitas-id-android-dibidani-pengagum-pendiri-google

Business Strategy » Komunitas Fatigon Lebih Bertumpu pada Edukasi

Komunitas Fatigon

Industri farmasi merupakan salah satu industri yang diregulasi cukup ketat. Hal ini berdampak pada hal co-creation yang dilakukan perusahaan bersama dengan komunitas. Co-creation yang secara umum didefinisikan sebagai kolaborasi antara perusahaan dan komunitas dalam menghasilkan suatu produk atau layanan baru yang menguntungkan kedua belah pihak, pada konteks ini tidak dapat dilakukan secara maksimal. Tingkat tertinggi pada proses co-creation ini, yaitu co-innovating, sepertinya sangat sulit tercapai (untuk menyebut mustahil) mengingat konsumen atau komunitas konsumen tidak memiliki celah dalam berkontribusi terhadap penciptaan produk atau layanan baru.

Lita Karmelita, Head of Vitamin DivisionConsumer Health Division PT Kalbe Farma Tbk., mengatakan bahwa produk vitaminnya (dalam konteks produk Fatigon), yang tergolong produk semi-farmasi, memiliki aturan yang ketat. Pihaknya tidak dapat melakukan promosi langsung dan hanya bisa melakukan melalui edukasi melalui komunitas-komunitas. 


Read more > http://swa.co.id/business-strategy/komunitas-fatigon-lebih-bertumpu-pada-edukasi

Business Strategy » Rumus Fredy Lo Pasarkan Produk Esia

Industri telekomunikasi sudah menjadi bagian hidupnya. Adalah Fredy Lo  yang telah menggeluti dunia telekomunikasi sejak tahun 2001. Sekarang, ia menjabat sebagai VP Trade Marketing PT Bakrie Telecom Tbk. Karena sudah berpengalaman 11 tahun , Fredy pun mengaku tidak mengalami kesulitan menangani jabatan baru di perusahaan penyedia layanan telekomunikasi hemat Esia tersebut.

Fredy Lo, VP Trade Marketing PT Bakrie Telecom Tbk
“Saya baru, dari Juli 2012. Saya dari company lain. Begitu masuk langsung jadi VP Trade Marketing di Esia. Ya, tidak ada kesulitan. No problem,” sebut Fredy kepada SWA Online, di Jakarta. Dia mengaku  sebelumnya berkarier di Samsung Electronics Indonesia.

Ia lantas bercerita seperti apa pekerjaan yang digelutinya sekarang. Sekalipun judul jabatannya mengandung kata “marketing”, Fredy berujar, ini adalah hal yang berbeda. “Trade marketing itu beda dengan marketing. Trade itu lebih banyak aplikasi ke level outlet, pedagang. Kalau marketing itu lebih banyak interaksi terhadap sisi konsumen,” jelas dia.

“Tapi experience (di perusahaan) sebelumnya sangat close dengan trade marketing,” lanjutnya.

Lantas apa saja yang menjadi  pekerjaan dari seorang Fredy sebagai VP Trade Marketing? Berikut petikan wawancara SWA Online.
Read more > http://swa.co.id/business-strategy/rumus-fredy-lo-pasarkan-produk-esia

Youngster Inc. » StartUp » “Menguak Rahasia klik-eat.com Gaet Investor Asing”

Sebagai start-up, pertumbuhan klik-eat.com tidak bisa disepelekan. Saat SWA Online menyaksikan aksi pitching mereka di hadapan Blackberry dan e27 pertengahan April 2012 lalu, klik-eat.com baru merangkul tak lebih dari 30 merchant. Sukses memenangkan hati angel-investor di Singapura, klik-eat.com mengalahkan start-up lain dari negara-negara Asia Tenggara yang tak kalah memikat. Tidak sampai situ saja, online food order terbesar Jepang, Yumenomachi, tak mau ketinggalan berinvestasi.

Michael Saputra, Andrew Pangestan, dan armada Klik Eat
Kini 120 brand merchant dengan lebih dari 200 outlet di Jakarta Selatan berhasil ditaklukkan. Bukan itu saja, dalam satu bulan sekamir 5 sampai 10 brand restoran baru giat mengontak Andrew Pangestan, sang CMO. Armadaklik-eat.com pun terus ditambah untuk mengakomodasi pemesanan dan konsumen yang terus meningkat.

Dirintis Juni 2011 saat ia hanya menerima 3 order per hari, klik-eat.com sekarang panen order lebih dari 100 pesanan tiap hari untuk daerah Jakarta Selatan, Lebak Bulus, Pondok Indah, Depok, hingga Bundaran HI. Tak heran bila CEO klik-eat.com, Michael Saputra terus menambah tim karyawannya hingga 20 orang. Mereka berkantor di sebuah rumah seluas 300 meter persegi di bilangan Kebayoran Baru. Willy Haryanto, CTO klik-eat.com menjadi start-up yang bertahan dan dilirik banyak investor ternyata tidak mudah. Banyak detail yang harus diperhatikan dan disampaikan dengan cantik demi menarik hati investor dan audien. SWA Online mewawancarai Michael untuk menguak rahasia klik-eat.com menggaet investor, Senin (18/2).

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/startup/menguak-rahasia-klik-eat-com-gaet-investor-asing

Profile » “Nurlaila Hidayati, Mindset Wanita Indonesia Harus Diubah”

Perjalanan Tupperware di Indonesia sudah cukup lama. Menjadi top of mind untuk kategori produk plastik peralatan rumah tangga kesayangan ibu-ibu pun menjadi pencapaian tersendiri bagi Tupperware. Lantas, siapa sosok di balik melesatnya produk yang berpusat di Amerika ini?  Dialah, Nurlaila Hidayati, Marketing Manajer #Tupperware Indonesia. Seperti apa kiprah ibu 3 orang anak ini menggeluti Tupperware, berikut penuturan wanita kelahiran Tangerang, 8 April 1971 ini kepada Gustyanita Pratiwi dari Swaonline.

Bagaimana awal Anda bergabung dengan Tupperware?

Memang karena profesional saja. Dari mulai kuliah selesai lah, istilahnya sudah di marketing. Memang dari dulu di marketing, walaupun sekolah saya di IPB Jurusan Teknologi Pangan Angkatan 26. Dari beberapa company, kebetulan dapat kesempatan gabung di Tupperware. Saya menjalankan semua fungsi marketing Tupperware di seluruh Indonesia. Mulai dari produk, promosinya, kegiatan public relation-nya, kegiatan di digital marketing, dll. Jadi ya semua kegiatan di marketing saya yang ambil alih, termasuk berurusan dengan produk-produk yang baru.

Read more > http://swa.co.id/profile/nurlaila-hidayati-mindset-wanita-indonesia-harus-diubah

Kamis, 21 Februari 2013

Youngster Inc. » Next Generation » “Ryan Widyakrisnadi, Generasi Ke-3 Kawan Lama Sejahtera”

Ryan Putra Widyakrisnadi memutuskan untuk terjun ke kerajaan bisnis keluarganya saat mal milik Kawan Lama Sejahtera (KLS) kekurangan SDM di bagian leasing.

Ryan Putra Widyakrisnadi
Ryan merupakan anak sulung dari Ijek Widyakrisnadi, pendiri PT Ace Hardware yang merupakan generasi ke-2 KLS, adik dari Kuncoro Wibowo.

Setelah lulus dari menimba ilmu di Westminster University, London, pria kelahiran 21 Januari 1986 ini pulang ke Tanah Air dan langsung diminta membantu mencari tenant yang bakal mengisi gerai-gerai di Mal Living World, Alam Sutera, Serpong, Tangerang.

Living World merupakan sinergi bisnis retail dan properti KLS yang dikelola PT Retail Estate Solution (juga bagian bisnis KLS). Di sana, Ryan mulai membuktikan ketajaman insting bisnisnya.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/next-generation/ryan-widyakrisnadi-generasi-ke-3-kawan-lama-sejahtera

Business Research » UKM yang Go International Lebih Sukses?

Kajian yang dilakukan perusahaan logistik DHL Express dan IHS menemukan bahwa kerja sama dan perdagangan internasional menjadi penggerak utama bagi keberhasilan usaha kecil dan menengah (UKM).

DHL Express
Temuan DHL dan IHS tersebut berasal dari analisa ekonomi makro dan survei yang dilakukan terhadap 410 orang direktur UKM di negara-negara G7 dan BRICM (Brazil, Rusia, India, Cina, dan Meksiko). Hasil analisa adalah UKM yang bermain di pasar internasional memiliki kemungkinan untuk berhasil dua kali lebih besar dari pada UKM yang hanya beroperasi di dalam negeri. Dari total jumlah UKM yang disurvei, sebanyak 26% perusahaan yang melakukan perdagangan internasional secara signifikan unggul di pasar-pasar mereka, dibandingkan dengan 13% UKM yang beroperasi di dalam negeri.

Mengapa demikian? Karena, menurut UKM, ada keuntungan yang didapat dari masuknya mereka ke pasar internasional. Itu adalah terbukanya akses ke pasar-pasar baru. “Selain menyediakan pasar baru untuk produk dan jasa mereka, perdagangan internasional juga memberikan UKM akses ke praktek dan inovasi terbaik di tingkat internasional, yang mempertajam bisnis dan operasional sehingga membuat mereka lebih kompetitif di dalam negeri,” ungkap Jerry Hsu, CEO DHL Express Asia Pasifik.

Read more > http://swa.co.id/business-research/ukm-yang-go-international-lebih-sukses

CEO Interview & Business Research » “Neneng Goenadi: Survei Accenture 50% Wanita Indonesia Puas dengan Pekerjaannya”

Seiring dengan perkembangan zaman, tidak sedikit wanita yang mendobrak mitos seputar karier atau pekerjaan. Jika dulu wanita identik dengan segala pekerjaan yang berhubungan dengan rumah tangga, tidak untuk hari ini. Terutama di Indonesia, isu seperti ini masih mendapatkan perhatian yang cukup besar di beberapa lapisan masyarakat.
Neneng Goenadi
Accenture, salah satu perusahaan konsultan manajemen, layanan teknologi serta outsourcing, untuk kesekian kalinya meluncurkan hasil survei mengenai wanita yang merupakan satu paket dari peringatan International Women’s Day.

Peringatan yang jatuh para tanggal 8 Maret di setiap tahunnya ini, dijadikan momentum yang tepat oleh Accenture untuk menghadirkan sebuah penelitian mengenai wanita. Penelitian yang pada tahun ini mengusung tema “Defining Success. Your Way” ini dilakukan sebagai bagian dari studi global Accenture, yang dirancang untuk memberikan pandangan mengenai perilaku dan sikap karier perempuan.

Rencananya, hasil penelitian tersebut akan dipaparkan secara rinci dan dirilis secara lengkap pada tanggal 8 Maret mendatang. Tidak ketinggalan, Accenture turut mengundang beberapa pakar terkemuka untuk turut memberikan pandangannya pada acara yang rencananya akan digelar pada peringatan International Women’s Day tersebut.

Sebenarnya apa saja yang ingin dituju oleh Accenture dalam penelitian ini, dan apa saja hasil temuan menarik pada penelitian kali ini, Neneng Goenadi, Executive Director sekaligus Country Lead dari Indonesia Resources Operating Group (ROG), bersedia meluangkan waktu untuk berbincang seputar hal tersebut.

Berikut adalah hasil wawancara SWA dengan wanita yang juga menjabat di ASEAN Human Capitals Diversity Lead dan Asia Pacific Inclusion and Diversity Lead, kemarin siang di kantor Accenture.

Read more > http://swa.co.id/ceo-interview/survei-accenture-50-wanita-indonesia-puas-dengan-pekerjaannya

Selasa, 19 Februari 2013

Business Profile » Hanung S. Talogo, Eksekutif Baru Topy Palingda


PT Pakoakuina memperluas bisnis pada subsektor velg untuk bus dan truk dengan mendirikan perusahaan baru, PT Topy Palingda Manufacturing Indonesia, bersama investor Jepang, yaitu Topy Industries Ltd.


Pada perusahaan joint venture tersebut, mantan Direktur Teknik Pakoakuina, Hanung S. Talogo, didapuk menjadi salah satu direktur. Sebelumnya, pria yang telah berkarier selama 10 tahun di Pakoakuina ini bertanggung jawab atas bidang engineering dan product development selama menjabat Direktur Teknik. Di Topy Palingda, lulusan Polman Bandung kelahiran Agustus 1961 ini akan bertanggung jawab atas bidang produksi dan human resources development.

Setelah acara penanda tanganan kesepakatan antara Topy Industries Ltd dan  Pakoakuina pada Jumat (15/2) lalu, Hanung menyempatkan diri untuk berbincang mengenai rencananya di Topy Palingda dan pandangannya terhadap industri manufaktur dengan SWA Online. Berikut petikan wawancara dengan reporter Rangga Wiraspati:

Di perusahaan baru ini, secara garis besar apa job desk Anda?

Read more > http://swa.co.id/corporate/hanung-s-talogo-eksekutif-baru-topy-palingda

Youngster Inc. » Entrepreneur » “Bisnis Agen Artis Online Adrian Subono”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/02/Yanuar-MW-dan-Adrian-M-Subono.jpg
Yanuar Mukti Wibawa & Adrian Subono

Pepatah bilang, buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Itulah yang terjadi pada Adrian Subono, 30 tahun, putra Adrie Subono, promotor pertunjukan musik terkemuka di Indonesia. Seperti halnya Adrie, ia menggeluti bisnis hiburan. Bentuknya, dengan meluncurkan layanan Bookingeazy yang memungkinkan masyarakat mengontak langsung artis papan atas di Tanah Air. Caranya mudah, yaitu dengan mengisi form dan menulis permintaan di situs Bookingeazy.com, maka keinginan untuk menghadirkan artis terkenal pun bisa jadi kenyataan.

Walaupun namanya belum sepopuler ayahnya, dunia manajemen hiburan sebenarnya bukan barang baru bagi Adrian. Ia telah cukup berpengalaman menangani acara, serta menjadi manajer artis seperti Ussy Sulistyawati, Domino dan Jibriel lewat agen manajemen artis bernama Aurora. Saat ini Adrian terlibat di bisnis event organizer (EO) yang sedang tumbuh, yaitu Indonesia Level Tujuh.

Read more > http://swa.co.id/youngster/entrepreneur/bisnis-agen-artis-online-adrian-subono

Senin, 18 Februari 2013

Entrepreneur » Richard Wych Bharata Setiawan: Bermimpi Mengibarkan Bendera Game Developer Sendiri

Richard Wych Bharata, game developer
Richard Wych Bharata
Richard Wych Bharata Setiawan adalah salah satu game developer yang tergabung di Ubisoft Montreal Studios, Kanada. Jejak kariernya dimulai dengan bekerja di Matahari Studios dan ikut menggarap “Dino Duel Masters” pada tahun 2007, sebagai artis spesial efek. Dari Matahari Studios, Richard meloncat ke Ubisoft Studio Singapura, dan ikut membidani kelahiran beberapa games. Terakhir ia bergabung dengan Ubisoft Montreal Studio, Kanada. Bagaimana lika-liku Richard merintis karier sebagai game developer? Berikut penuturannya kepada Radito Wicaksono:

Mungkin Mas Richard bisa sedikit ungkapkan mengenai liku-likunya untuk menjadi seseorang yang berprofesi di bidang game seperti saat ini. Bagaimana perjalanan sampai menemukan pekerjaan yang sekarang?  Bagaimana awal nya Mas Richard tertarik untuk terjun ke bidang ini?

Read more > http://swa.co.id/entrepreneur/richard-wych-bharata-setiawan-bermimpi-mengibarkan-bendera-game-developer-sendiri

Marketing » “Komunitas Taman Bacaan Anak 1001buku Menuju Pusat Belajar Komunitas”

Dwi Andayani
Komunitas 1001buku dirintis oleh Ida Sitompul, Santi Soekanto, dan Upik Djalins pada Mei 2002 lewat sebuah milis. Milis ini dilahirkan kembali dalam bentuk yayasan resmi setahun kemudian. Komunitas pengelola taman bacaan anak (TBA) yang kini diketuai Dwi Andayani itu rutin menyelenggarakan Olimpiade Taman Bacaan Anak (OTBA) dan Ramadhan Ceria. Kekhasan mereka adalah logo Si Kuncung 1001buku yang disukai anak-anak.

Ditemui pagi hari di Rumah 1001buku, Dwi Andayani menerangkan kerja sama dan kokreasi macam apa yang dijalin dan dirancang komunitasnya dengan beberapa perusahaan. Berikut wawancara Rosa Sekar Mangalandum dengan perempuan berhijab itu:

Apa sih, yang dilakukan Komunitas 1001buku?

Read more > http://swa.co.id/business-strategy/marketing/komunitas-taman-bacaan-anak-1001buku-menuju-pusat-belajar-komunitas

Business Strategy » “Sean Covey: “Tantangannya, Disiplin”

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2013/02/r_SeanCovey2.jpg
Sean Covey

Stephen Covey memang telah tiada. Namun, sang putra, Sean Covey, tampaknya telah siap untuk terus mengibarkan nama Covey di jagat bisnis dengan tawaran konsep serta pendekatan praktis yang dibutuhkan kalangan korporasi. SWA berkesempatan mewawancarai Sean ketika meluncurkan buku The 4 Disciplines of Execution versi bahasa Indonesia, 12 Desember 2012. Berikut petikan wawancara dengan pria yang termasuk “New York Times best selling authors” ini.

“Bagaimana sejarah lahirnya konsep 4 Discipline of Executionatau 4DX?”

Berdasarkan survei Franklin Covey terhadap para CEO, ternyata tantangan nomor satu dalam menjalankan strategiadalah eksekusi.

“Apa yang kemudian dilakukan setelah tahu hasil survei itu?”

Read more > http://swa.co.id/business-strategy/sean-covey-tantangannya-disiplin

Jumat, 15 Februari 2013

Entrepreneur » Susy Turino, Make Up Artist dan Hairdresser Langganan Sosialita

Pernah melihat Raakhee Punjabi? Di kalangan sosialita, istri Raja Sinetron Raam Punjabi ini dikenal dengan gaya rambut yang disasak tinggi. Diakui Raakhee, gaya rambut sasaknya sudah menjadi trademark dirinya. “Susy yang membuat trademark untuk rambut saya. Orang-orang kalau ke salon bilang minta rambut seperti punya Raakhee Punjabi,” ujarnya. Begitu fanatiknya Raakhee, seminggu dua kali rambutnya pasti mendapat sentuhan tangan Susy. “Pokoknya acara apa pun, biarpun saya cuma meeting atau keluar, harus Susy yang tangani. Anak saya menikah di Hawaii, saya harus ajak Susy,” tuturnya.

Susy Turino
Susy Turino, pemilik Kleo Beauty Studio dan Fazio Hair Studio
Susy yang dimaksud Raakhee adalah Susy Turino, pemilik Kleo Beauty Studio dan Fazio Hair Studio. Pelanggan Susy bukan hanya Raahkee dan keluarga Punjabi. Sejumlah sosialita dan figur publik pun memercayakan penataan rambutnya pada Susy. Sebut saja Irawati Setiady (CEO Kalbe Farma), Poppy Setiawan (pendiri Kalbe Farma), Ratih Ning (pemilik Pacto Tours and Travel), Jane Pribadi (Grup Napan), Nana Gading, Todung Mulya Lubis, Budi Hadisurjo (Grup Melawai), Liliana Tanoesoedibjo (Grup MNC), Michelle Prakoso (Grup Maspion), keluarga Noto Sukamto (Interbat), Lestari Luhur, Aburizal Bakrie, Tan Kian, Kwik Kian Gie, Lilin Halim, Agus Ginanjar, dan masih berderet nama top lainnya. “Ibu Negara, Ibu Ani Yudhoyono, juga salah satu pelanggan kami yang setia untuk acara spesial, seperti waktu menyelenggarakan pesta perkawinan kedua anaknya dan acara pemotretan resmi di istana. Bahkan, beberapa kali saya juga berkesempatan memberikan pelayanan makeup kepada first lady yang kebetulan menjadi tamu negara,” ungkap Susy.

Read more > http://swa.co.id/entrepreneur/susy-turino-make-up-artist-dan-hairdresser-langganan-sosialita

CEO Interview » Manuver David J. Beynon di Tokio Marine Life Indonesia

Tanggal cantik 12-12-2012 PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia (TMLI) memulai kiprahnya di industri asuransi jiwa Indonesia. TMLI merupakan anak perusahaan Tokio Marine Group yang berbasis di Jepang dan merupakan perusahaan asuransi terbesar yang bergerak di bidang asuransi umum.

Chief Executive Officer (CEO) TMLI, David J. Beynon

Ke depannya, TMLI akan melakukan ekspansi ke sejumlah wilayah di Indonesia. Selain di Jakarta, beberapa kantor pemasaran juga telah hadir di kota-kota besar seperti Medan, Bandung, Pontianak Surabaya dan Manado.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang strategi TMLI sebagai  perusahaan asuransi jiwa yang baru saja berkecimpung di Indonesia ini berikut perbincangan Lila Intana dari SWA Online dengan Chief Executive Officer (CEO) TMLI, David J. Beynon, salah satu tokoh yang sudah malang melintang di dunia asuransi selama lebih dari 40 tahun dan pernah menjadi Presiden Direktur PT Manulife Indonesia.

Bagaimana TMLI memulai bisnisnya di Indonesia?

Read more > http://swa.co.id/ceo-interview/manuver-david-j-beynon-di-tokio-marine-life-indonesia

Profile » Janto Djojo, Seorang “Gadget Freak”

Janto Djojo, Direktur Pemasaran Cross
Menjadi seorang direktur pemasaran di sebuah perusahaan telepon seluler (ponsel), Cross Mobilephone, ternyata tidak terlalu sulit dijalani oleh seorang Janto Djojo. Kenapa? Karena, menurutnya, dia adalah seorang pecinta barang-barang berteknologi (gadget freak).

“Saya memang tipe orang yang suka teknologi. Bisa dibilang gadget freak-lah,” ujar Janto kepada SWA Online, di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Read more > http://swa.co.id/profile/janto-djojo-seorang-gadget-freak

Kamis, 14 Februari 2013

Business Strategy » “Harus Jeli Menentukan Selling Point”

Ujang Sumarwan, IPB, pengamat, pemasaran
Dr. Ujang Sumarwan, pakar perilaku konsumen IPB Bogor
Kelas menengah di Indonesia selain tumbuh pesat, populasinya juga paling banyak dibandingkan klelompok masyaralat lainnya. Daya beli mereka kuat, sehingga mampu menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi, tidak gampanmg membidik pasar kelas menengah. Menurut Dr. Ujang Sumarwan, pakar perliaku konsumen IPB Bogor, di tengah banyaknya pilihan produk yang tersedia untuk kelas menengah, para pemlik merek harus jeli menentukan selling point yang tepat bagi konsumen yang dibidiknya. Berikut adalah wawancara Ujang Sumarwan dengan Rangga Wiraspati:

Bagaimana Anda melihat fenomena dan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia? 

Read more > http://swa.co.id/business-strategy/harus-jeli-menentukan-selling-point

CEO Interview » IBM Indonesia : Bisnis Hardware Kurang Menarik Lagi

International Business Machines Corporation (IBM) perlahan menanggalkan identitasnya sebagai perusahaan perangkat keras (hardware) dunia. Salah satu buktinya pada Desember 2004, perusahaan yang genap berusia 102 tahun ini mengumumkan strategic alliance dengan melepas divisi PC IBM untuk digabungkan dengan Lenovo. Meski begitu, IBM tidak tinggal diam. Perusahaan yang bermarkas di Armonk, New York, Amerika Serikat, itu mencari ceruk bisnis baru yang lebih menggiurkan.

Suryo Suwignjo, Presiden Direktur IBM Indonesia

Selain dikenal sebagai produsen perangkat lunak (software) ternama, IBM kini lebih kenal sebagai perusahaan jasa konsultasi teknologi informasi (TI). Bisnis itu pun mendatangkan hoki sebagai penyumbang terbesar untuk pemasukan perusahaan.

IBM telah mengalami perubahan beberapa organisasi sejak awal, mengakuisisi perusahaan seperti SPSS (2009) dan konsultan PwC (2002) dan perusahaan kolep seperti Lexmark (1991).

Suryo Suwignjo, Presiden Direktur IBM Indonesia, mengatakan, pihaknya ingin menjadi pemain terdepan di berbagai industri di Indonesia dengan memberikan berbagai inovasi dan solusi TI. Misalnya dengan pengadaan software dan jasa konsultasi TI untuk korporasi. Perang gadget yang semakin benderang pun tidak disambut antusias oleh IBM. “Bisnis hardware kurang menarik lagi,” ungkap Suryo.

Lalu, apa langkah IBM untuk meraup pasar TI di Indonesia? Disela-sela kesibukannya, Suryo memaparkan strateginya. Berikut penggalan wawancara Reporter SWAOnline, Ario Fajar dengan Suryo.

Read more > http://swa.co.id/technology/ibm-indonesia-bisnis-hardware-kurang-menarik-lagi

Business Strategy » Pemasar Harus Terus Bergerak Jika Membidik Kelas Menengah

Prof. Basu Swastha Dharmmesta, UGM, pengamat, pemasaran
Prof. Basu Swastha Dharmmesta
Perilaku konsumen kelas menengah sangat mobile dan mudah berubah, mereka bisa dengan cepat berganti-ganti merek. Karena itu, menurut Prof. Basu Swastha Dharmmesta, Guru Besar Pemasaran Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada, Yogyalarta, para pemasar tidak boleh tidur. Harus terus bergerak mengikuti mobilitas konsumen. Harus ada penyempurnaan di produknya, berinovasi yang baru, kemudian mengubah strategi harganya, distribusinya, promosinya dikombinasikan sedemikian rupa, pesan-pesannya juga tidak monoton. Berikut wawancara Prof. Basu Swasta Dharmmesta dengan Gustyanita Pratiwi.

“Bagaimana Anda melihat fenomena dan pertumbuhan kelas menengah di Indonesia? Seberapa berkembang dan indikatornya?”

Read more > http://swa.co.id/business-strategy/pemasar-harus-terus-bergerak-jika-membidik-kelas-menengah

Rabu, 13 Februari 2013

CEO Interview » “Sandy Lumy, Bertugas Dongkrak Pamor Smartphone Lenovo”

Kesulitan produk buatan China menembus pasar global adalah karena banyak dipersepsikan sebagai produk murah dengan kualitas buruk. Namun Lenovo yang lahir dari negeri ‘Tirai Bambu’ berhasil mengalahkan persepsi itu, kemudian menjelma menjadi merek global.

Sandy Lumy, Presdir Lenovo Indonesia
Manuver pengambil alihan bisnis komputer IBM oleh Lenovo seakan menyentak dunia. Kini mereka bahkan tercatat sebagai pemasok personal computer (PC )terbesar nomor satu di dunia dan berharap segera menggeser posisi Hewlett-Packard (HP) di posisi teratas kelas notebook. Singkat kata, merek ini sudah begitu dikenal untuk produk PC dan notebook-nya.

Bagaimana dengan produk smartphone mereka? Seperti diketahui, Lenovo baru terjun di bisnis smartphone saat sudah ada dua merek yakni Samsung dan Apple yang menguasai dunia, termasuk menguasai Indonesia. Untuk mengetahui lebih lanjut tentang bagaimana Lenovo memosisikan produk smartphone-nya, berikut perbincangan SWA Online dengan Presiden Direktur PT Lenovo Indonesia, Sandy Lumy.

“Apa yang membuat produk smartphone Lenovo layak dibeli? Apa yang Lenovo tawarkan?”

Read more > http://swa.co.id/ceo-interview/sandy-lumy-bertugas-dongkrak-pamor-smartphone-lenovo

Business Profile » "Ambisi Dyandra Menjadi EO Terbesar di ASEAN"

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif tentu memberikan kesempatan yang menarik bagi sejumlah industri untuk berkembang. Salah satunya adalah industri di bidang Meeting, Convention, Incentives, dan Exhibition (MICE). Bisa dilihat dari ramainya pameran yang digelar di sejumlah tempat, hingga kian banyaknya pertemuan yang mengambil tempat di hotel.

Agung Adiprasetyo (kiri), Jakob Oetama (tengah), Lilik Oetama (kanan)
Sumber: http://www.kompasgramedia.com/aboutkg/ourmanagement/boardofdirector
Maka tak salah, jika PT Dyandra Media International (DMI), yakni sebuah perusahaan induk yang menaungi 35 anak perusahaan strategis dengan pengalaman selama hampir dua dasawarsa berkecimpung di industri MICE serta menguasai 80 persen pangsa pasar MICE di Indonesia, mencium potensi Indonesia untuk berkembang dalam industri MICE. Karena itulah, DMI pun berani merancang visi yang luar biasa, yaitu menjadi perusahaan penyedia jasa dan solusi event terbesar di kawasan Asia Tenggara, yang juga menggali dan mendorong perkembangan industri MICE di tanah air dalam tingkatan yang lebih baik.

“Pastinya kami selalu ingin menjadi yang terbesar dalam industri MICE ini,” ujar Lilik Oetama, Presiden Direktur PT Dyandra Media International.

Read more > http://swa.co.id/corporate/business-profile/ambisi-dyandra-menjadi-eo-terbesar-di-asean

Business Strategy » “Resep Sukses Bisnis Kafe Modern”

Direktur PT Harvest Coffee Forenity,
Franky Angkawijaya
Sekarang bukan zamannya lagi kelas menengah minum kopi di warung kaki lima. Terutama di kota metropolis seperti Jakarta, penikmat kopi pada umumnya baru puas jika minum di kafe. Tak heran, rupa-rupa gerai kedai kopi menjamur dalam tiga tahun terakhir, termasuk Kopitiam dan sejumlah kafe waralaba lainnya.

Kecenderungan ini dibenarkan oleh Direktur PT Harvest Coffee Forenity (HCF), Franky Angkawijaya. “Tren tahun 2012 lalu adalah gerai kopi modern yang menyeduh espresso, cappuccino, latté menggunakan mesin. Minat pebisnis kafe untuk paham cara penggunaan mesin kopi pun makin luas,” katanya bercerita pada SWA online (5/2).

Read more > http://swa.co.id/business-strategy/resep-sukses-bisnis-kafe-modern

Youngster Inc. » Siapa Dia » Dwi Mita Sari Afriyani

Dwi Mita Sari Afriyani
Dwi Mita Sari Afriyani
Menimba ilmu kewirausahaan di School of Business and Management ITB, melecut keinginan Dwi Mita Sari Afriyani untuk mengibarkan usaha. Bidang fashion kemudian dipilih Mita, demikian ibu Dafa Narendra Ritonga ini akrab disapa. “Saya senang merancang pakaian yang merupakan kebutuhan dan kesukaan kaum perempuan. Juga tertantang untuk memperkenalkan batik pada generasi muda tanpa membuat mereka merasa tua dan membosankan,” ungkap kelahiran Jakarta 19 Februari 1981 ini. Dengan label Mita Kamanika Batik (MKB), ia membuat rancangan dengan warna dan aplikasi yang disukai kawula muda. Contohnya, kebaya bordir kasual dan blus batik beraplikasi renda.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/siapa-dia/dwi-mita-sari-afriyani

Selasa, 12 Februari 2013

Entrepreneur » “Painted Dinnerware Yulindra Berjaya di Sarang Kolektor”

Seni jadi duit? Kenapa tidak. Lahirnya bisnis – bisnis baru dari kecintaan seni makin nyata saja sejak kedatangan era ekonomi kreatif pada tahun 2000-an. Ekonomi kreatif tak hanya menerpa sektor industri masif macam garmen, tapi juga zona produksi terbatas. Salah satu pelakunya adalah Yulindra Gallery, sebuah galeri seni, yang membuat perangkat makan lukis (painted dinnerware). Produksinya bertumpu pada kreativitas artistik.

Adindara J. Setyohadi dengan karya painted dinnerware
“Yulindra berproduksi berdasarkan tema, misalnya tema pertama Blooming Blossom dan kedua Tulip. Ketika tema terbaru, Jasmine, muncul, saya tidak mengeluarkan tema lama lagi,” papar Painting Artist and Art Director Yulindra Gallery, Adindara Jelita Setyohadi pada SWA online (6/2). Sebagai pimpinan artistik, ia mengemban tanggung jawab menggambar desain dengan tangannya sendiri. Cara ini berdampak pada eksklusivitas dinnerware Yulindra yang kerapkali dicari kolektor.

Read more > http://swa.co.id/entrepreneur/painted-dinnerware-yulindra-berjaya-di-sarang-kolektor

Profile » “Cath, dari Dosen Jadi Direktur Nielsen”

Catherine Eddy,
Managing Director PT The Nielsen Company
Siapa bilang akademisi tak bisa jadi direktur perusahaan swasta? Dengan apa yang diraihnya sekarang, Catherine Eddy menepis anggapan tersebut. Wanita yang akrab disapa Cath ini dulunya mengajar di University of South Australia, sebagai penyelia riset-riset komersial. Sejak 8 tahun lalu barulah ia bergabung dengan Nielsen Indonesia.

Cath adalah Managing Director PT The Nielsen Company di Indonesia. Meski sempat bekerja untuk perusahaan riset terbesar di Australia, ia mengawali perjalanan karier bersama Nielsen justru di Indonesia. Uniknya, keluarga justru jadi alasan utamanya menerima tawaran berkarier di Indonesia. “Saya ingin anak-anak saya berpandangan internasional, punya pengalaman hidup di negara yang baru dengan budaya yang baru juga,” kisahnya kepada SWA Online. Bahkan kini salah satu putranya menekuni studi Asia, khususnya Indonesia di salah satu perguruan tinggi Australia. Bukan itu saja, ia pun menggeluti bahasa dan budaya Jawa di Yogyakarta secara intensif.

Read more > http://swa.co.id/profile/cath-dari-dosen-jadi-direktur-nielsen

Youngster Inc. » StartUp » “Bisnis Talang Rumah di Ranah Maya”

Menggeluti bisnis yang belum diterjuni banyak orang tentu menjadi tantangan tersendiri. Di satu sisi, peluangnya masih besar. Namun di sisi lain, perlu usaha kuat agar mendapat tempat di tengah pasar. Hal inilah yang dijalani Aldwin Prasetyo Leksono, perintis bisnis talangrumah.com.

Aldwin Prasetyo Leksono
Aldwin Prasetyo Leksono
Aldwin bertutur, mulanya ia bertemu dengan ahli pembuat talang rumah yang kebetulan temannya. Dari temannya itu, ia melihat peluang cukup besar untuk mengembangkannya karena tidak banyak yang terjun menggarapnya. Sepulang dari kuliah di Australia, ia pun mengajak sang teman bekerja sama. “Ketika itu mindset saya ya masih online, kebetulan Internet juga sedang berkembang,” ujar lulusan bidang \Internet computing dari salah satu univeritas di Perth, Australia, ini. Aldwin pun memutuskan memasarkan produk secara online.

Read more > http://swa.co.id/youngsterinc/startup/bisnis-talang-rumah-di-ranah-maya

Business Strategy » “METI: Indonesia Pasar Penting Bagi Industri Kreatif Jepang”

Kuatnya arus globalisasi turut dirasakan oleh negara besar seperti Indonesia. Pertukaran informasi, barang, jasa dan kebudayaan, sudah tidak lagi mampu mengenal batas wilayah antar Negara. Tak terkecuali dengan kebudayaan Jepang.

Masakan Jepang ala Dapur Iron Chef (ANT)
Di industri hiburan, masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi mengenal dengan nama program televisi asal Negeri Matahari Terbit tersebut. Sederet film animasi asal Jepang sudah mewarnai industri hiburan di Indonesia.

Begitupun yang dirasakan di industri makanan Jepang di Indonesia. Masyarakat Indonesia mana yang tidak mengenal nama-nama seperti Sushi, Shabu-shabu, Ramen, dan lain-lain. Jaringan restoran asal Jepang maupun yang sekedar bernuansa Negara Sakura, sudah banyak meramaikan industri kulinari di Indonesia.

Read more > http://swa.co.id/business-strategy/meti-indonesia-pasar-penting-bagi-industri-kreatif-jepang

Business Research » “Konsumen Indonesia Mulai Pilih Kartu Ketimbang Tunai?”

Mekanisme pembayaran dengan menggunakan kartu kini terlihat mulai merajalela. Bisa dilihat dari semakin banyaknya mesin-mesin peralatan pembayaran secara elektronik yang ada di restoran, pusat perbelanjaan, hingga sarana transportasi, seperti busway.

Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia
Perusahaan teknologi pembayaran global, Visa, menemukan bahwa konsumen di Indonesia memang mulai menggantungkan kebutuhannya pada pembayaran secara elektronik. Temuannya ini berasal dari survei yang dilakukan Visa mengenai Global Payments Tracker 2012 (GPT 2012).

“Konsumen di Indonesia kini telah mulai menggunakan kartu sebagai alat pembayaran. Meskipun banyak transaksi yang masih bergantung pada uang tunai, konsumen telah mulai menyadari aspek keamanan, kenyamanan, dan kontrol keuangan yang ditawarkan oleh penggunaan kartu,” kata Ellyana Fuad, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, dalam siaran pers yang diterbitkan Senin (11/2/2013).

Read more > http://swa.co.id/business-research/konsumen-indonesia-mulai-pilih-kartu-ketimbang-tunai

Senin, 11 Februari 2013

Book Review » Hal-hal yang Diuntungkan dari KetidakteraturanBook Review » Hal-hal yang Diuntungkan dari Ketidakteraturan

Judul : Antifragile, Things that Gain from Disorder
Penulis : Nassim Nicholas Taleb
Penerbit : Random House, November 2012
Tebal : 544 halaman

Antifragile, Things that Gain from  Disorder
Book Review:
Antifragile, Things that Gain from Disorder
» Hal-hal yang Diuntungkan dari Ketidakteraturan

Ketika kita akan mengirim sebuah boks berisi barang yang mudah pecah, kita beri tanda fragile. Apa lawan kata fragile (rentan) ini? Yang terpikir adalah robust: kuat, kekar, kokoh, tidak mudah rusak. Namun sebenarnya ini tidak tepat, seperti kata cembung, lawannya adalah cekung, bukan datar. Maka, kalau fragile adalah sebuah keadaan mudah rusak bila kena guncangan, maka antifragile (antirentan) adalah keadaan yang bila kena guncangan malah menjadi lebih baik, bukan sekadar tidak pecah.
Dalam mitos Yunani, Damocles yang hebat berkuasa bisa saja mati dipenggal lehernya dengan pedang. Inilah rentan, betapapun hebatnya sesuatu itu, akan rentan juga pada satu titik. Sementara legenda burung phoenix, binatang sakti yang ketika mati menjadi debu, tetapi debunya akan kembali lahir menjadi phoenix baru, adalah kokoh. Adapun antifragile adalah hydra, binatang sejenis ular berkepala banyak, yang setiap dipenggal kepalanya, akan tumbuh dua kepala baru di tempat itu. Semakin dipenggal, bukan hanya kokoh atau kuat, tetapi menjadi lebih kuat, menjadi lebih hebat. Itulah antifragile. Kata ini maknanya jelas, hanya belum digambarkan dengan kata yang tepat saja.
Read more > http://swa.co.id/business-strategy/book-review/hal-hal-yang-diuntungkan-dari-ketidakteraturan

STRATEGI CO-CREATION PERUSAHAAN – KOMUNITAS (SWA EDISI 03/2013)


STRATEGI CO-CREATION PERUSAHAAN – KOMUNITAS (SWA EDISI 03/2013)

 

STRATEGI CO-CREATION PERUSAHAAN – KOMUNITAS (SWA EDISI 03/2013)


SWA EDISI 03/2013 

STRATEGI CO-CREATION PERUSAHAAN – KOMUNITAS

Jurus Ampuh Menghasilkan Produk/Jasa Superior bagi Bisnis, Komunitas dan Masyarakat

Hidup-matinya perusahaan masa depan sangat tergantung pada komunitas pelanggan yang terus bermunculan. Saatnya perusahaan menjadi rumah bagi mereka untuk berkreasi bersama menciptakan produk atau layanan sesuai dengan harapan mereka. Melibatkan komunitas dalam penciptaan nilai menjadi tuntutan di tengah pasar yang semakin horisontal dan untuk meningkatkan daya saing di pasar. Sudah sampai tahap manakah co-creation berlangsung? Tahap-tahap apa saja yang diperlukan untuk keterlibatan komunitas pelanggan dalam co-creation? Simak pula Kisah Anak-anak Muda Berprestasi dalam Rubrik Youngster Inc.

“Membangun Pemimpin Bisnis ala Arnott’s”
Bagusnya kinerja Arnott’s Indonesia tak bisa lepas dari kesungguhannya membangun para pemimpin bisnis di semua level. Apa yang mereka praktikkan?

“Filosofi Kapten Kapal Arief Harsono di Grup Samator”
Grup Samator adalah produsen gas industri terbesar di Indonesia. Di bawah kepemimpinan Arief Harsono, Samator tumbuh dari usaha kecil-menengah hingga menjadi salah satu raksasa bisnis di Tanah Air. Bagaimana ia mengembangkan Samator dengan filosofi kapten kapalnya?

“Kilala Tilaar, Memulai dari Tukang Lap”
Banyak anak pengusaha besar yang dengan mudahnya bisa menempati kursi empuk di perusahaan keluarga ketika bergabung. Namun, Kilala Tilaar tampaknya bukan tipikal anak pengusaha yang mengalami proses seperti itu.

EKONOMI & BISNIS

PEMASARAN

“MANIS, PERSAINGAN SUSU UHT”
Perubahan kebiasaan konsumen yang ingin serba praktis, plus meningkatnya daya beli, mendorong tumbuhnya susu Ultra High Temperature: mencapai 600 juta liter per tahun. Pemimpin pasar pun tak tinggal diam menghadapi pemain baru yang terus bermunculan.

INVESTASI

“MUSISI YANG SERIUS TRADING SAHAM”
“Sejak bergabung dengan grup band Padi tahun 1998, saya telah memutuskan bahwa musik adalah bisnis saya. Tapi saya lebih memilih menjadi seorang investor,” itulah yang dikatakan Piyu dalam presentasinya di acara Investor Summit, 28 November 2012. Lalu bagaimana perjalanan Piyu hingga menjadi trader seperti sekarang?

INTERNASIONAL

“MENANTI RATU KELUARGA MURDOCH”
Merasa sang ayah lebih memihak saudara laki-lakinya, dia berbisnis di luar keluarga dan membuktikan kemampuannya. Kini, seiring dengan kemelut yang melanda keluarga besarnya, orang pun berpaling kepadanya.

TEKNOLOGI INFORMASI

“BERBAGI PENGETAHUAN DI TIGARAKSA”

INDONESIA YOUNGSTER INC.

NEXT GENERATION
KILALA TILAAR

ENTREPRENEUR
ADRIAN SUBONO

SIAPA DIA
ARYO ARIOTEDJO
SANNY VILLA
MUHAMMAD ASSAD
TIA BAHRAWI

STARTUP
ALDWIN
PRASETYO
LEKSONO

Read more on SWAMAGAZINE Facebook

SWA Magazine Subscription [http://swa.co.id/subscription]
SWA Digital Magazine Subscription and Download [http://swa.co.id/digitalmagazine]
SWA Mobile Apps Download [http://swa.co.id/mobile]