Jumat, 29 Juni 2012

Business Research » Shaun Rein Jawab Tiga Mitos Konsumen Cina

Founder sekaligus Managing Director Cina Market Research Group, Shaun Rein, baru-baru ini menjawab tiga mitos karakter konsumen di Cina. Ketiga mitos tersebut menyoroti polah orang kaya Cina dalam menggunakan uang mereka. Pertama, mitos bahwa konsumen di Cina tidak membelanjakan uangnya untuk produk dalam rumah. Mitos kedua adalah konsumen Cina begitu terobsesi dengan gemerlap fashion. Adapun mitos ketiganya, konsumen Cina tidak mengutamakan nilai dari pengalaman.

Menilik pertumbuhan penjualan ritel bulan Mei yang melambat jadi 13,8% dari 16%, banyak analis yang panik. Menurut mereka, inilah akhir kisah konsumtifitas Cina. Namun ternyata kepanikan tersebut dinilai berlebihan oleh Shaun. Dalam tulisannya pada Bloomberg Businessweek, Shaun mengungkapkan bahwa penjualan BMW di Cina justru tumbuh 31,5%, sementara Audi 44,42 persen dibanding tahun lalu. Tidak dipungkiri bahwa Cina juga terkena imbas krisis Eropa. Namun para brand manager juga perlu menyingkirkan mitos-mitos tentang pola konsumsi Cina.

Read more > http://swa.co.id/business-research/shaun-rein-jawab-tiga-mitos-konsumen-cina

Kamis, 28 Juni 2012

Kejelian Sonny Gunawan Membesut Taman Vertikal

Lahan penghijauan yang semakin sempit ternyata mendatangkan berkah bagi V-ga. Baru berdiri sejak 2010, V-ga sudah mengerjakan banyak proyek besar seperti taman vertikal di Summarecon Mall Serpong 2 Tangerang, The Stone Hotel di Bali, Gedung Serbaguna Jaya Ancol,billboard vertical gardenCoca-Cola, Restoran Double-Bay, Museum Bank Indonesia, dan puluhan rumah tinggal. Dalam sebulan ada sekitar 20 pesanan pembuatan proyek ini.

Bisnis taman vertikal atau vertical garden (V-ga) memang baru dikenal di Indonesia. Taman vertikal merupakan taman yang dibuat dengan media vertikal. Istilah lainnya adalah vertical landscape, green wall, jardin garden atau living wall. Taman vertikal mulai diminati sejalan dengan maraknya pembangunan mal dan klaster perumahan yang lahan hijaunya semakin sempit.

Read more > http://swa.co.id/corporate/kejelian-sonny-gunawan-membesut-taman-vertikal

Shael Oswal, Anak Konglomerat India Pimpin GTBO


PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) menunjuk Shael Oswal sebagai presiden direktur yang baru, menggantikan Lalit Kumar Paul. Sebagai punggawa tertinggi di perusahaan batubara, Oswal siap meningkatkan keuntungan dan arus kas perusahaan.

Oswal merupakan salah satu anggota keluarga Oswal dari Oswal Group. Group tersebut adalah salah satu konglomerasi yang pertumbuhannya paling cepat di India. Oswal Group telah melewati berbagai rintangan baik dari perubahan jaman, perubahan kebutuhan, perubahan teknologi dan mendapatkan berbagai pencapaian terbaik.

Read more > http://swa.co.id/profile/shael-oswal-anak-konglomerat-india-pimpin-gtbo

Entrepreneur » Endorse Artis, Online Shop Panen Konsumen

Di era serba berjaring sosial ini, makin beragam saja cara online shop berjualan. Di awal kemunculan Facebook, mereka mengunggah foto dan menandai akun calon pembeli. Twitter hadir, online-shop tak mau ketinggalan. Tak hanya membuat akun, mereka bahkan menjalin kerja sama tak tertulis dengan selebriti ibukota atau menggunakan endorsement.
Tugas selebriti makin padat dengan merebaknya endorsement. Tengok saja lini masa Tyas Mirasih, Lyra Virna, atau Andhara Early. Akun twitter ketiga seleb ini sahut-menyahut dengan akun twitter online shop berbagai daerah.

Teknisnya, para online shop mengirim foto produk di twitter. Tak lupa mereka menawarkan endorsement pada sang selebriti. Apabila seleb tersebut merespon, online shop akan minta alamat mereka melalui Direct Message (DM). Barang pun langsung diterbangkan ke alamat artis. Begitu barang tiba, sang artis yang umumnya kalangan wanita akan berfoto dengan produk tersebut. Foto itu mereka pamerkan di twitter seraya memberikan testimoni . Uniknya, tidak ada perjanjian tertulis dalam kerja sama ini.

Read more > http://swa.co.id/entrepreneur/endorse-artis-online-shop-panen-konsumen

Rabu, 27 Juni 2012

CEO Interview » Swastanisasi, Kunci Sukses Bisnis Adhimix

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2012/06/Surakhman.jpeg
Sejak lepas dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk pada 2004 lalu, laporan keuangan PT Adhimix Precast Indonesia terus ‘membiru’. Perusahaan yang bergerak di bidang infrastruktur ini semakin agresif melahap berbagai jenis bisnis. Sebut saja, aspal, minyak dan gas, hingga jasa transportasi. Perusahaan yang banyak digawangi bekas karyawan Adhi Karya ini juga mampu menjadi One Trillion Club dengan mengantongi pendapatan sekitar Rp 2 triliun tahun lalu. 

Surakhman, Direktur Utama Adhimix, menceritakan perjalanan perusahaan setelah carut-marut di bawah payung perusahaan induk. Berikut petikan wawancara reporter SWA, Ario Fajar, dengan Surakhman. 

Read more > http://swa.co.id/ceo-interview/swastanisasi-kunci-sukses-bisnis-adhimix

Hadi Sukrianto, Pimpin Bank Jatim Menuju Regional Champion


Pria yang sudah berkarier di Bank Jatim sejak tahun 1983 ini ingin membawa bank yang dipimpinnya memenangkan persaingan menjadi BPD Regional Champion. Berbagai strategi pun telah ia disiapkan.
Hadi Sukrianto yang sangat loyal dengan bank yang sebentar lagi akan melakukan pencatatan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu melihat iklim usaha di Jawa Timur mengalami perkembangan pesat. “Ini merupakan peluang bagi Bank Jatim untuk tumbuh menjadi lebih besar dan berkualitas,” ujar Hadi yang kini menjabat Presiden Direktur Bank Jatim.
 
Read more > http://swa.co.id/profile/hadi-sukrianto-pimpin-bank-jatim-menuju-regional-champion

Entrepreneur » Meski Berisiko, Indonesia Potensial bagi Investor

James RB Bryson (Direktur PT HB Capital Indonesia), Daniel Budiman, Tigor M. Siahaan, Jay Aryaputra Singgih
James RB Bryson (Direktur PT HB Capital Indonesia), Daniel Budiman, Tigor M. Siahaan, Jay Aryaputra Singgih

Masuknya Indonesia dalam Investment Grade dan Trillion Dollar Club mendongkrak perspektif positif di kalangan investor dunia. Terlebih lagi setelah daya beli masyarakat meningkat hingga menambah jumlah masyarakat kelas menengah dari kelas bawah. Tak heran bila kemudian nama Indonesia terus digaungkan sebagai negara tujuan investasi yang potensial. Namun sebenarnya investasi apa yang akan terus berkembang di negara 250 juta jiwa ini? Pertanyaan itulah yang mencoba dijawab oleh beberapa pengamat investasi dalam diskusi panel Young Professional Group at British Chamber.

“Sebagai anggota G-20 dan E7, Indonesia memiliki peran signifikan dalam perekonomian,” papar Jay Aryaputra Singgih, Ketua Young Professional Group at British Chamber. Besarnya populasi kelompok kelas menengah usia muda dan kuatnya tingkat konsumsi domestic menguatkan kedudukan Indonesia sebagai negara yang potensial sebagai negara tujuan investasi.

Read more > http://swa.co.id/entrepreneur/meski-berisiko-indonesia-potensial-bagi-investor

Selasa, 26 Juni 2012

Passion Rini Soemarno di Bisnis Roti

http://swa.co.id/wp-content/uploads/2012/06/Rini-Soemarno-Dan-Ade-Tobing.jpg

Mereka yang belum mengenal dekat Rini Soemarno mungkin lebih melihatnya sebagai sosok yang tegas, keras dan disiplin. Maklumlah, sederet jabatan kepemimpinan prestisius pernah diembannya, di antaranya sebagai CFO dan kemudian CEO Grup Astra, juga Menteri Perindustrian di masa Presiden Megawati. Mungkin tak banyak yang tahu bahwa mantan eksekutif top ini ternyata hobi masak.

Dengan bekal hobi inilah, Rini mengembangkan bisnis roti dengan label sendiri, Pain de France. Kini Pain de France memiliki delapan gerai di Jakarta dan tercatat sebagai pemasok roti terbesar bagi sebuah jaringan gerai kopi terkenal asal Amerika Serikat, yang juga cukup populer di Tanah Air. Menurut Rini, pasokan roti ke jaringan gerai kopi tersebut merupakan kontributor terbesar pendapatannya di bisnis roti tersebut sejak 2003.

Rini mengaku kegemarannya memasak menurun dari ibunya. Perempuan yang kini berusia 59 tahun ini sudah terbiasa memasak sejak usia 12 tahun. Kepiawaiannya membuat kue semakin terasah ketika ia melanjutkan SMA di AS pada 1973. Saat itu setiap siswa di sekolahnya diwajibkan meluangkan waktu 1-1,5 jam sehari untuk ikut mengurus asrama. Salah satu tugas Rini adalah membantu koki di dapur. Pekerjaannya sederhana, memotong-motong bahan. Ia makin suka cita karena ia juga mendapatkan uang karena kerap menggantikan jam giliran temannya yang enggan melakukan tugas ini.

Read more > http://swa.co.id/corporate/passion-rini-soemarno-di-bisnis-roti

Jumat, 22 Juni 2012

CEO Interview » Jurus 3M Susanto Djaja

Meski bergelar sarjana ekonomi, Susanto Djaja tidak kagok saat ditunjuk sebagai Chief Operating Officer (CEO) sebuah perusahaan IT, PT Metrodata Electronic Tbk. Kunci sukses kepemimpinan pria 43 tahun ini cukup sederhana, yaitu harus punya 3M.

Latar belakang pendidikan Susanto Djaja adalah ekonomi. Ia memperoleh gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Katholik Atma Jaya, Jurusan Manajemen Keuangan, Jakarta pada tahun 1992. Gelar magister Hukum Bisnis ia peroleh dari  Universitas Pelita Harapan, Jakarta di 2005.

Pria yang hobi membaca majalah golf dan sepakbola ini  awalnya juga mempunya karir yang sebanding lurus dengan latar belakang pendidikannya. Pertama kali bekerja yakni di Bank Mizuho (sebelumnya bernama Dai-Ichi Kangyo Bank) tahun 1991 sebagai staff operasional bidang keuangan. “Kemudian dosen saya menawarkan posisi manajer keuangan di Grup Tempo. Selanjutnya saya dipercaya menjadi Corporate Treasurer serta Manajer  Kantor Cabang Jabodetabek,” kenang Susanto Djaja.

Read more > http://swa.co.id/entrepreneur/jurus-3m-susanto-djaja

INDONESIA GREEN COMPANY 2012: STRATEGI BISNIS HIJAU (SWA EDISI 13/2012)


INDONESIA GREEN COMPANY 2012: STRATEGI BISNIS HIJAU
Menjadi Perusahaan Berkelanjutan dengan Memperhatikan People, Profit dan Planet
Green Company adalah pilar penting bagi green economy yang bermuara pada sustainability. Membangun tatanan bisnis hijau membutuhkan proses panjang. Maka, sekecil dan sesederhana apa pun inisiatif pelaku bisnis untuk membangun perusahaan hijau, patut diapresiasi dan didorong. Untuk mengapresiasi inisiatif dan implementasi program tersebut, SWA menggelar Indonesia Green Company Award 2012. Siapa sajakah perusahaan yang patut mendapat gelar Green Company? Apa sajakah catatan kritis di dalamnya? Dan apa yang mesti dipehatikan perusahaan untuk menjadi green company?

Meniscayakan Bisnis Hijau

“MENISCAYAKAN BISNIS HIJAU”
Membangun tatanan bisnis hijau membutuhkan proses panjang. Maka, sekecil dan sesederhana apa pun inisiatif pelaku bisnis untuk membangun perusahaan hijau, patut diapresiasi dan didorong.

"Passion Rini Soemarno di Bisnis Roti"

“Passion Rini Soemarno di Bisnis Roti”
Mereka yang belum mengenal dekat Rini Soemarno mungkin lebih melihatnya sebagai sosok yang tegas, keras dan disiplin. Maklumlah, sederet jabatan kepemimpinan prestisius pernah diembannya, di antaranya sebagai CFO dan kemudian CEO Grup Astra, juga Menteri Perindustrian di masa Presiden Megawati.

Overhaul Agar Bisa Menunggangi Momentum

“Overhaul Agar Bisa Menunggangi Momentum”
Di tengah makin ketatnya persaingan penerbangan low cost, Citilink disegarkan dengan semangat dan tim manajemen baru. Apa saja pembenahan yang dilakukan? Apa catatan kritisnya?

Floating Castle, Mimpi Sang 'Pemberontak

“Floating Castle, Mimpi Sang ‘Pemberontak’”
Melintas di Cluster Commercial Park Barat BSD City, Serpong, Tangerang, Anda akan melihat bangunan istana melayang seperti dalam dongeng Jack and the Beanstalk. Floating Castle namanya. Untuk memasukinya, Anda tak perlu mendaki dulu rambatan pohon kacang seperti dalam dongeng rakyat Inggris itu.

EKONOMI & BISNIS

INVESTASI

Menilik Prospek Saham Lapis Kedua

“MENILIK PROSPEK SAHAM LAPIS KEDUA”
Saham lapis kedua kerap menghasilkan keuntungan jauh lebih tinggi. Namun, dengan pasar yang tertekan, saham bluechip pun makin menarik karena harganya sudah terkoreksi.

TEKNOLOGI INFORMASI

MENGELOLA RIBUAN KARYAWAN DENGAN SEBUAH PORTAL

“MENGELOLA RIBUAN KARYAWAN DENGAN SEBUAH PORTAL”
Untuk mengelola belasan ribu karyawannya, PT Telkom mengimplementasikan solusi HR management system terintegrasi dengan total nilai investasi Rp 20 miliar.

INTERNASIONAL

“JENGHIZ KHAN BISNIS DARI TAIWAN”

ENTREPRENEUR

Entrepreneur: Strategi Fouzi Melejitkan Toyota Banda Aceh

“STRATEGI FOUZI MELEJITKAN TOYOTA DI BANDA ACEH”
“SAPTUARI SUGIHARTO”

INDONESIA YOUNGSTER INC.
NEXT GENERATION
“FERNANDO ISKANDAR”

SIAPA DIA
CAMELIA BUNARDI
BIMO WICAKSONO
ANDREA SOEKAMTO
ANDRIAN PAULINE HUSEN

STARTUP
TIKET.COM

Follower

Yuswohady, konsumen, C 3000, kelas menengahOleh: Yuswohady, Pengamat Pemasaran

Konser Super Junior (Suju) amazing! Konser Justin Bieber sold-out! Konser Katy Perry sukses ruarrr biasa! Apalagi konser Lady Gaga, walaupun akhirnya batal, mendapat sambutan superheboh! Jakarta menjadi surga bagi promotor konser musisi pop dunia. Padahal untuk menonton konser itu tidaklah murah. Penonton yang umumnya ABG harus merogoh kocek 500-an ribu hingga jutaan rupiah. Siapa konsumen yang sangat lukratif dan profitable itu?

Ababil

Mereka adalah segmen konsumen kelas menengah muda (ABG) Indonesia yang menjadi sasaran empuk gaya hidup pop global: Hollywood, McDonald’s, K-pop, dan tentunya Lady Gaga. Mereka mengikuti (melalui Facebook, Twitter atau YouTube) model baju terbaru, kacamata terbaru, atau model rambut terbaru Lady Gaga pujaannya. Mereka menangis tersedu-sedu ketika tidak bisa menemui Siwon, personel Suju paling keren, di Bandara Soekarno-Hatta. Mereka menabung berbulan-bulan untuk bisa nonton di barisan terdepan konser Justin Bieber.

Read more > http://swa.co.id/my-article/follower

Lucky Man

Oleh: Paulus Bambang W.S.,
Penulis buku best seller Built to Bless, Lead to Bless Leader and Balancing Your Life.

Siang itu kami bersantap bertiga di sebuah hotel di bilangan Sudirman. Saya baru berkenalan dengan Bang Doel — begitu kami memanggilnya — yang merupakan mitra di salah satu proyek yang sedang dikerjakan bersama.

“Bang, kita sudah berjuang sejak 2005 dan sudah memenangi proyek ini pada 2008, tetapi belum ada tanda-tanda akan mulai. Giliran Pak Paulus baru masuk — saya diangkat sebagai preskom — amandemen perjanjian langsung ditandatangani Pak Menteri. Dan kita yang menunggu bertahun tahun belum dapat hasil, eh Pak Paulus baru sebulan sudah merasakan hasilnya,” kolega saya berujar sambil tertawa.

Saya langsung menyambarnya dengan berkilah, “Dalam hidup ini, saya memegang tiga prinsip sukses dalam bidang apa pun. Pertama, orang kerja keras kalahnya sama orang hoki (beruntung alias lucky). Kedua, orang kerja pintar juga sering kalah sama orang hoki. Ketiga, namun, orang tidak akan hoki kalau nggak kerja keras dan kerja pintar. Kami bertiga tertawa lega. Ketika mau pulang, Bang Doel memeluk dan menyebut saya “Mr. Hoki”.

Read more > http://swa.co.id/column/lucky-man

Kamis, 21 Juni 2012

Entrepreneur » Hendrik Tio, Tak Rela Bhinneka.com Digeser

Sudah hampir 13 tahun Bhinneka.com menggairahkan bisnis e-commerce di Indonesia. Dalam perjalanannya, pelopor toko online ini mampu menguasai pasar dalam negeri. Sang founder sekaligus CEO, Hendrik Tio, tak akan pernah rela jika posisi Bhinneka.com sebagai nomor satu digeser oleh kompetitor.

Kompetitor yang ia maksud adalah toko online afiliasi asing yang saat ini semakin banyak di Indonesia. “Tugas saya adalah membawa Bhinneka.com untuk tetap menjadi nomor satu. Jangan sampai kita tidak bisa menjadi raja di negeri sendiri,” jelasnya.

Saat mengenang perjalanan Bhinneka.com di awal-awal pendiriannya, ia tak pernah menyangka bisa menjadi sebesar ini. Apalagi toko online ini dibentuk hanya karena satu hal yakni kepepet! “Jurus kepepet memang luar biasa hasilnya,” kenang Hendrik.

Read more > http://swa.co.id/entrepreneur/hendrik-tio-tak-rela-bhinneka-com-digeser

Selasa, 19 Juni 2012

Fabio Bellini, Mengubah Bata Jadi Lebih ‘Hijau’

Memulai karier sebagai perancang busana, Fabio Bellini kini justru asyik mengurus sepatu., sebagai salah seorang Direktur PT Sepatu Bata Tbk. Kini pria asal Italia ini semakin mantap melangkah bersama Bata dan menjadikan perusahaan produsen sepatu itu menjadi lebih ‘hijau’.

Fabio muda memulai karier sebagai perancang di Renato Bellini Atellier, Stra Pedrova, Italia di mana mereka menyediakan busana ke Rangoni (Florence), Pancaldi (Bologna) dan M2 (Roma). Pada tahun 1999, ia hijrah pertama kalinya ke Indonesia demi untuk menjadi stylish di Ajimex Trading Company yang menyuplai sepatu untuk beberapa merek Jerman, seperti Quelled dan Karstadt. 

Kariernya di dunia sepatu semakin matang. Pria yang fasih berbahasa Indonesia ini memutuskan pindah ke Apple Green tahun 1992 sebagai stylish dan Quality Control, serta membuka pasa ekspor baru ke Eropa dan Kanada sampai akhirnya bergabung dengan PT Sepatu Bata Tbk tahun 1999.

Read more > http://swa.co.id/profile/fabio-belini-mengubah-bata-jadi-lebih-hijau

Ambisi Jaya Ancol Kejar Walt Disney



Kian sengitnya persaingan di industri taman hiburan memaksa pemain lawas PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk. (PJA) terus berinovasi. Contoh nyatanya, PJA berkreasi melahirkan karakter binatang jagoan: Dufan (kera Kalimantan, maskot Dunia Fantasi), Kabul (katak), Cili (kancil), Garin (Garuda Indonesia) dan Mimion, yang bertugas menyelamatkan bumi dari tiga makhluk jahat: Bije, Kombi dan Barus. 

Tentu saja, bukan bumi semata yang menjadi prioritas untuk diselamatkan oleh kelima jagoan tersebut, tetapi juga kelangsungan bisnis PJA. Ini sejalan dengan penuturan Presdir PJA Budi Karya Sumadi. Menurutnya, PJA ingin menciptakan bisnis baru yang mampu menggerakkan bisnis utama perusahaan: divisi hiburan. “Ide ini datang dua tahun lalu. Kami ingin membuat suatu program atau inovasi yang bisa membangun emosi sehingga ada kedekatan antara penonton dan karakter-karakter yang ditampilkan. Ketika emosi itu terbentuk, mereka akan datang ke Dufan untuk foto-foto atau berkenalan. Persis dengan Walt Disney,” ungkap Budi.

Read more > http://swa.co.id/corporate/ambisi-jaya-ancol-kejar-walt-disney

Jumat, 15 Juni 2012

Sigit Pramono : Rebranding Bromo Lewat Jazz dan Fotografi

Di luar dunia perbankan, Sigit Pramono ternyata menyukai dua hal : fotografi dan jazz. Bankir senior sekaligus Ketua Perhimpunan Bank-Bank Umum Nasional (Perbanas) ini mencoba mengawinkan kedua hobinya tersebut menjadi satu konsep yang unik.

Sekitar tahun 2009, Sigit sering mengunjungi Bromo. Waktu itu ia sedang menggarap proyek pembuatan buku autobiografinya tentang Bromo. Baginya, Bromo adalah tempat yang sangat fotogenik, terutama dari segi landskap, sehingga dibuatlah buku berjudul “Majestic Mystical Mountain”.

“Nah, karena waktu itu saya seringkali mondar-mandir di Bromo, akhirnya saya kepikiran, mengapa tidak membuat galeri foto. Kemudian saya pikir mengapa galeri foto saja. Mengapa gak sekalian bikin kegiatan, terutama yang berhubungan dengan kesenian. Saya pribadi kebetulan memang suka jazz. Saya bukan pemain jazz, jadi saya tidak bisa main alat musik atau apapun, tapi saya sangat suka mendengarkan jazz. Maka saya bawa jazz ke Bromo,” kenang Komisaris PT Bank Central Asia Tbk (BCA) itu.

Read more » http://swa.co.id/profile/sigit-pramono-rebranding-bromo-lewat-jazz-dan-fotografi

CEO Interview » PendidikanTetap Jadi Bisnis Potensial Inggris

Kedatangan Perdana Menteri Inggris David Cameron beberapa waktu lalu membawa angin segar bagi hubungan bilateral Indonesia dan Inggris. Kurang dari sebulan lalu British Council dan Menteri Pendidikan Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama di London. Hubungan bisnis kedua negara pun semakin erat.

Bicara mengenai hubungan bisnis Inggris dan Indonesia, adalah British Chamber of Commerce in Indonesia (BritCham) yang menjadi penghubung. BritCham merupakan wadah yang menyediakan informasi dan forum bisnis bagi anggotanya. Bisa dikatakan BritCham adalah humas Indonesia bagi ekspatriat maupun pelaku bisnis di beberapa negara.

Saat ini BritCham dipimpin oleh Chris Wren. Ia lahir di Crosby, Liverpool. Oleh karena itu Chris begitu semangat menjadi pemegang lisensi akademi sepakbola Liverpool di Indonesia. Sebelum menjabat sebagai CEO BritCham, pria yang sudah 18 tahun di Indonesia ini merupakan salah satu Honorary Board Member BritCham.

Read more » http://swa.co.id/ceo-interview/pendidikantetap-jadi-bisnis-potensial-inggris

Start-Up Harus Bangun Komunikasi Sejak Dini

Berawal dari suksesnya Facebook dengan lebih dari 900 juta pengguna, banyak start-up kemudian tampil lebih percaya diri. Alih-alih menghadirkan konsep baru dunia digital, tak sedikit start-up berguguran. Ternyata untuk menjadi start-up tidak bisa bermodalkan ide semata. Start-up perlu model bisnis dan pengembangan reputasi yang mampu menyelaraskan ide brilian. Dari sinilah kemudian Dian Noeh Abubakar, CEO Kennedy, Voice & Berliner (KVB) menegaskan, “Start-up perlu PR!”

“Sebelum start-up itu besar seperti Facebook,” lanjut Dian, “mereka perlu PR. Justru mumpung masih pemula, reputasi harus mulai dibangun, begitu juga komunikasi dengan media.”

Dian menambahkan, “Indonesia harus kelihatan brand-nya,”. Ia pun berharap bisa membesarkan brand lokal sehingga start-up bagus tidak tenggelam. Diakui Dian konsep PR untuk startup berbeda dengan PR untuk perusahaan besar. Industri PR dituntut mampu membuat program yang cost-effective namun keren dan memiliki efek jangka panjang.

Read more » http://swa.co.id/startup/start-up-harus-bangun-komunikasi-sejak-dini

Kamis, 14 Juni 2012

Adu Cepat di Game Online

Eva Muliawati

Kiranya, bisnis game online di Indonesia kian melesat. Seiring bertambahnya jumlah pengguna Internet di Indonesia yang sudah mencapai 50 juta, jumlah konsumen game online terus bertambah. Setidaknya kini sudah berkisar 8-10 juta pengguna game online nonmobile. Tak heran, jumlah publisher game online yang menangkap peluang itu pun terus bertambah. Diperkirakan, jumlah penerbit game online ada 35 perusahaan, sementara jumlah pengembangnya sekitar 20 perusahaan. Omset game online nonmobile di Indonesia diperkirakan lebih dari Rp 75 miliar per tahun.

Pemain yang menggarap bisnis game online bisa dibagi dua kelompok besar, lokal dan asing. Untuk yang lokal misalnya Agate Studio, Megaxus Infotech, Lyto Datarindo Fortuna dan Telegraph, sedangkan yang asing seperti Asiasoft dan Farmville. Belakangan ini pemain lokal semakin banyak unjuk gigi. PT Lyto Datarindo Fortuna, misalnya, memiliki lebih dari 15 varian game, antara lain, Ragnarok, Cross Fire, Rohan, Getamped-X, Perfect World, Crazy Kart 2, dan Seal Online. Lyto memiliki komunitas game online dengan 20 juta user.

Read more > http://swa.co.id/corporate/adu-cepat-di-game-online

Jurus MD “Menendang” Si Madun

Manoj Punjabi

Beberapa bulan terakhir, sinetron Tendangan Si Madun (TSM) menjadi tayangan favorit anak-anak. Saban hari pukul 20.00-21.00 WIB, tontonan itu menyambangi pemirsa di layar kaca MNC TV. Keberanian MD Entertainment yang memproduksi TSM untuk melawan arus sinetron drama berhasil melambungkan popularitas sinetron itu, bahkan mengatrol citra MNC TV yang menayangkannya. 

Berdasarkan rating Nielsen mingguan periode 19-25 Februari 2012, TSM menempati posisi 2 dengan television rating(TVR ) 5,6 dan share 19,8. Tepat di bawahnya ada sinetron Fathiya (posisi 3) dengan TVR 4,8 dan share 18,6. Lalu, sinetron Si Kaya dan Si Miskin (posisi 20) dengan TVR 3 dan share 12,4. Hanya MNC TV yang mampu menempatkan semua sinetron unggulannya di jajaran 20 besar rating mingguan Nielsen. 

Read more > http://swa.co.id/corporate/jurus-md-menendang-si-madun

CEO Interview: Martha Tilaar Giatkan 10 Prinsip Global Compact PBB

Martha Tilaar dan patung batu karya Andrew BenyeiSebuah rumah di bilangan Kuningan tampak berbeda dari rumah-rumah mewah lainnya. Gerbang kayu jati nan gagah berukiran khas Jawa Tengah menjaga rumah bergaya Jawa-kolonial. Di balik kokohnya gerbang, berbagai tanaman tertata rapi di teras. Belum tuntas kekaguman akan asrinya teras, serangkaian anggrek putih mekar menghiasi cermin yang hampir memenuhi separuh dinding samping pintu rumah. Griya rancangan Hadiprana tersebut adalah kediaman pelopor industri kosmetik nasional, Martha Tilaar.

Kecantikan ternyata tidak hanya menjadi isu yang diangkat setiap produk Martha Tilaar Group. Kecantikan juga tercermin pada tempat tinggal Martha Tilaar dan suaminya, Prof Dr Henry Alexis Rudolf Tilaar. Berbagai jenis bunga menghiasi hampir setiap sudut ruangan. Selain kecantikan, keharmonisan Martha dan Alex pun terpancar di ruangan tersebut. Berbagai pernak-pernik sepasang suami dan istri merefleksikan kemesraan mereka. Mulai dari sepasang patung totem tanah liat dari Afrika Selatan hingga maha karya seniman Toronto ternama, Andrew Benyei.

Pagi itu reporter SWA Online, Tika Widyaningtyas, berkesempatan menyambangi kediaman Martha sebelum bertolak ke Rio de Janeiro. Rencananya tanggal 15 hingga 18 Juni 2012 Martha akan memenuhi undangan United Nations Global Compact (UNGC). Lembaga PBB yang menangani inisiasi kebijakan strategis perusahaan swasta ini mengundang Martha dalam Rio+20 Corporate Sustainability Forum. Tahun ini Martha mendapat kehormatan sebagai Board Member UNGC. Ia bahkan satu-satunya wakil dari Asia Tenggara. Berikut wawancara SWA Online dengan ratu kosmetika nasional tersebut.

Read more > http://swa.co.id/ceo-interview/martha-tilaar-giatkan-10-prinsip-global-compact-pbb

Rabu, 13 Juni 2012

Reita Farianti, Antara Dosen dan Aset Manajemen



Eksis di dunia pendidikan, begitulah obsesi Reita Farianti. Demi mewujudkan obsesinya, ia harus membagi konsentrasinya. Memimpin CIMB Principal Asset Management, mengajar di kampus-kampus dan mengelola dua sekolah miliknya.

Reita sangat bersemangat saat bercerita tentang profesi sampingannya sebagai pendidik. Kesibukannya sebagai Direktur CIMB Principal Asset Management, sister company Bank CIMB Niaga, tak mau dijadikannya sebagai alasan untuk mengalahkan hasratnya tersebut.
 
Read more > http://swa.co.id/profile/reita-farianti-antara-dosen-dan-aset-manajemen

CEO Interview: Semen Gresik Konsisten Bagikan Dividen

Dwi Soetjipto, Direktur Utama PT Semen Gresik Tbk. (SG)

PT Semen Gresik Tbk. (SG) merupakan perusahaan yang konsisten memberikan “kekayaan” terhadap pemegang saham-nya. Berdasarkan perhitungan Stern Stewart & Co, sepanjang 2007-2011, perusahaan ini mencatat angka WAI (Wealth Added Index) –parameter yang digunakan untuk mengukur besarnya kekayaan untuk pemegang saham– sebesar Rp 20,2 triliun. Perusahaan ini pun berusahaan membuat para pemegang sahamnya senang. Dalam lima tahun terakhir, sebesar 50% dari laba bersih dibagikan ke pemegang saham dalam bentuk dividen. Maka, sepertinya para pemegang atau investor pun mengapresiasi kebijakan ini, sehingga harga saham Semen Gresik makin tinggi.

Dwi Soetjipto, Direktur Utama SG, mengatakan bahwa pihaknya berjanji kepada investor untuk membagikan 50% dividen. Bahkan, kadang pemerintah, selaku pemegang saham SG, meminta tambahan 10% dividen. “Kecuali sewaktu-waktu pemerintah minta tambahan 10% lagi,” lanjut Dwi. Berikut petikan wawancara wartawan SWA Ahmad Denoan Rinaldi dengan orang nomor satu di Semen Gresik ini.

Read More > http://swa.co.id/ceo-interview/semen-gresik-konsisten-bagikan-dividen

Senin, 11 Juni 2012

Teknologi Adiktif Manufaktur Bantu Desainer Berinovasi


Sudah 100 tahun sejak jalur perakitan (assembly line) Henry Ford mengubah cara perusahaan dalam membuat sesuatu. Saat ini, munculnya teknologi adiktif manufaktur mungkin telah terbukti memiliki peranan yang sama pentingnya. “Ini merupakan salah satu hal terbesar yang terjadi di bidang manufaktur dalam beberapa waktu ini,” kata Luana Iorio, seorang ilmuwan GE Global Research (GRC).

Adiktif Manufaktur “mencetak” sebuah objek dari file digital dengan mendepositokan satu lapisan bahan diatas lapisan bahan yang lain. Hal ini sangat berbeda, katakanlah, sepotong baja yang ditempa, dipotong, digergaji atau digiling secara berkala. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk lebih mudah memproduksi bentuk dan struktur yang kompleks seperti bahan bakar nozzles dan pisau yang secara tradisional sulit untuk dibuat.
 
Read more > http://swa.co.id/technology/teknologi-adiktif-manufaktur-bantu-desainer-berinovasi

Victor Thu, Direktur Marketing Baru VM Ware Asia Pasifik dan Jepang



VMware, perusahaan global dalam virtualisasi dan infrastruktur Cloud, hari ini mengumumkan penunjukkan veteran berpengalaman 15 tahun di TI, Victor Thu, sebagai Product Marketing Director untuk bisnis End-User (EUC) Computing di kawasan Asia Pasifik dan Jepang.

Penunjukkan Victor bertepatan dengan peluncuran produk virtualisasi desktop VMware View™ 5.1 dan pembaruan portofolio solusi EUC. Kedua solusi ini dirancang untuk membantu TI membebaskan diri dari era PC yang sudah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Hal ini dicapai dengan memberdayakan karyawan untuk menggunakan berbagai peranti guna mengakses aplikasi dan data dengan cara yang aman dan sesuai ketentuan, kapan saja, di mana saja ketika akses dibutuhkan.

Read more > http://swa.co.id/profile/victor-thu-direktur-marketing-baru-vm-ware-asia-pasifik-dan-jepang

Mantan Bankir Jadi Promotor

Michael RusliRencananya, awal Juni ini Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta bakal heboh. Lady Gaga, artis Amerika yang terkenal dengan pakaian seronoknya, bakal manggung di sana. Bagi Lady Gaga, penampilannya di Indonesia itu merupakan konsernya yang pertama di Asia. Namun pertunjukan akbar ini terancam batal karena pihak kepolisian dikabarkan menolak mengeluarkan izin konser Lady Gaga karena alasan akan membuat situasi Ibu Kota menjadi tidak kondusif. Sampai artikel ini ditulis para pemegang tiket konser masih berharap cemas nasib pertunjukan yang telah lama mereka nantikan itu.

Siapa orang dibalik sukses mendatangkan artis kontroversial itu? Ternyata, dia adalah seorang eksekutif muda top: Michael Rusli. Nama Michael memang belum sepopuler nama-nama promotor yang sudah malang melintang di dunia musik. Melalui Big Daddy Production, ia baru dua tahun menekuni bisnis ini. Namun, prestasinya mendatangkan Lady Gaga menunjukkan bahwa mantan Presdir PT ABN AMRO Finance Indonesia ini memang luar biasa.

Read more > http://swa.co.id/corporate/mantan-bankir-jadi-promotor

Jumat, 08 Juni 2012

Mainan Baru Ratu Media


 Dian M. Muljadi, meluncurkan media online  Fimela.com yang mencirikan portal wanita modern
“Mimpi saya harus berhasil lagi seperti sebelumnya, bahkan lebih,” ujar pengusaha wanita Dian M. Muljadi, menunjuk mainan bisnisnya di bidang media daring, Fimela.com. Dian, si Ratu Media itu kini memang tengah asyik membesarkan media online-nya tersebut – yang juga berbasis gaya hidup yang selama ini menjadi passion-nya. “Saya butuh tantangan baru,” dia menjelaskan alasan ketertarikannya di bisnis media daring.

 Ya, di bisnis media cetak, selama 15 tahun ini Dian dikenal sukses membesarkan sejumlah majalah gaya hidup. Mulai dari Cosmopolitan, Harper’s Bazaar Indonesia, Bravacasa, Marie Claire, Elle, dan Decoration. Namun dia tak mau berhenti membaca tren bisnis. Sejak tiga tahun ini dia melihat tren sirkulasi media cetak mulai stagnan. “Orang sekarang lebih sibuk dengan website, membuka info melalui gadget. Sirkulasi majalah cetak kalau bisa naik 10% itu sudah bersyukur sekali,” katanya.

Read more > http://swa.co.id/corporate/mainan-baru-ratu-media

INDONESIA’S BEST WEALTH CREATORS 2012 (SWA EDISI 12/2012)

INDONESIA’S BEST WEALTH CREATORS 2012 (SWA EDISI 12/2012)

INDONESIA’S BEST WEALTH CREATORS 2012 (SWA EDISI 12/2012)

SWA EDISI 12/2012

INDONESIA’S BEST WEALTH CREATORS 2012
4 Perusahaan Indonesia Menerobos 5 Besar Pencipta Kekayaan Di ASEAN, Apa Rahasianya?

ONE TRILLION CLUB COMPANIES
Pencetak Omset Di Atas Rp 1 Triliun

BERJAYA DI LEVEL ASEAN Empat perusahaan Indonesia berhasil menyodok ke posisi 5 besar peringkat WAI ASEAN  salah satunya sebagai pemuncaknya. Prestasi istimewa ini mestinya bisa menginspirasi dan melecut perusahaan Indonesia lainnya.

BERJAYA DI LEVEL ASEAN

Empat perusahaan Indonesia berhasil menyodok ke posisi 5 besar peringkat WAI ASEAN – salah satunya sebagai pemuncaknya. Prestasi istimewa ini mestinya bisa menginspirasi dan melecut perusahaan Indonesia lainnya.

Mainan Baru Ratu Media Mimpi saya harus berhasil lagi seperti sebelumnya, bahkan lebih, ujar pengusaha wanita   Dian M. Muljadi, menunjuk mainan bisnisnya di bidang media daring, Fimela.com.

Mainan Baru Ratu Media
Mimpi saya harus berhasil lagi seperti sebelumnya, bahkan lebih,” ujar pengusaha wanita   Dian M. Muljadi, menunjuk mainan bisnisnya di bidang media daring, Fimela.com.

Cap Lang Hadang Pendatang Baru Sebagai penguasa pasar spesialis bisnis minyak angin, kayu putih dan balsem, Grup Cap Lang terus menancapkan dominasinya di tengah serbuan kompetitor dan pemain baru. Apa dan bagaimana strategi yang dilancarkannya?

Cap Lang Hadang Pendatang Baru
Sebagai penguasa pasar spesialis bisnis minyak angin, kayu putih dan balsem, Grup Cap Lang terus menancapkan dominasinya di tengah serbuan kompetitor dan pemain baru. Apa dan bagaimana strategi yang dilancarkannya?

Bisnis Outbound Ala Sang Koboi Memadukan keindahan panorama alam dan teknik motivasi, Tri Wibowo Farid sukses membesarkan bisnis outbound-nya hingga memiliki 10 lokasi dari Jawa Barat hingga Bali. Sayang, gaya manajemennya masih one man show.

Bisnis Outbound Ala Sang Koboi
Memadukan keindahan panorama alam dan teknik motivasi, Tri Wibowo Farid sukses membesarkan bisnis outbound-nya hingga memiliki 10 lokasi dari Jawa Barat hingga Bali. Sayang, gaya manajemennya masih one man show.

EKONOMI & BISNIS

MANAJEMEN

INTEGRASI BISNIS JAGOAN SEMEN Mereka sukses mengintegrasikan bisnis setelah terkoyak persoalan internal pascamerger. Apa saja langkah yang ditempuh?

INTEGRASI BISNIS JAGOAN SEMEN
Mereka sukses mengintegrasikan bisnis setelah terkoyak persoalan internal pascamerger. Apa saja langkah yang ditempuh?

CARA GRAMEDIA MENGELOLA SERATUS TOKO BUKU

TEKNOLOGI INFORMASI

CARA GRAMEDIA MENGELOLA SERATUS TOKO BUKU

INTERNASIONAL
 
GENGHIS KIM DUNIA BLING-BLING
Keuletan, kecerdasan dan kejelian membawanya menjadi salah seorang pebisnis paling inspiratif dari Asia.
JATUH BANGUN RISCON KEMBANGKAN BISNIS PROPERTI Walau sempat tertipu saat pertama mengembangkan usaha, Ari Tri Priyono berhasil bangkit  dan menjelma jadi pengusaha properti yang cukup disegani.

ENTREPRENEUR

JATUH BANGUN RISCON KEMBANGKAN BISNIS PROPERTI
Walau sempat tertipu saat pertama mengembangkan usaha, Ari Tri Priyono berhasil bangkit  dan menjelma jadi pengusaha properti yang cukup disegani.

SUDAH SEHAT, DAPAT NETWORKING PULA Selain meningkatkan daya tahan tubuh, para eksekutif pehobi lari juga memetik manfaat lain: memperluas networking. Para podusen perlengkapan olah raga lari pun mendulang untung dari tren ini.

JEDA

SUDAH SEHAT, DAPAT NETWORKING PULA
Selain meningkatkan daya tahan tubuh, para eksekutif pehobi lari juga memetik manfaat lain: memperluas networking. Para podusen perlengkapan olah raga lari pun mendulang untung dari tren ini.

SIAPA DIA
DANNY H. HADHYAN
YULIA RACHMAWATI
NICOLAUS PRAWIRO
ZUHRIAN ARIFSYAH
NILA INDRIASARI

SWA Online
http://swa.co.id/edition/indonesias-best-wealth-creators-2012-swa-edisi-122012

Sony Jethnani Berlabuh di Bidang Life Coach

Terlahir dengan nama Soni Jethnani, wanita berdarah India ini menjalani hidupnya dengan penuh energi. Soni memang bukan direktur, bukan pula top manager. Ia tengah merintis karier-nya sebagai life-coach. Dunia tersebut memang yang paling sesuai untuk seorang Soni. Energinya selalu tercurah untuk bertukar pikiran tentang filsafat kehidupan kepada siapa pun yang dikenalnya.

Di kalangan pebisnis, sosialita, dan ekspatriat, nama Soni cukup dikenal. Wanita kelahiran Malang ini memang kerap menjadi jembatan antara ekspatriat dengan pelaku bisnis ibukota. Kegemarannya menjalin pertemanan dan menyalurkan energi positif melalui buah pikirnya menarik perhatian Mariko Asmara, presiden direktur JAC Recruitment. Soni pun kemudian digandeng bekerja paruh waktu sebagai Associate Consultant JAC Recruitment.

Read More > http://swa.co.id/profile/sony-jethnani-berlabuh-di-bidang-life-coach

Kamis, 07 Juni 2012

CEO Interview: Obsesi Anuj Kumar Ramaikan 5 Persen Iklan Digital

Sekitar 30% waktu orang Indonesia dihabiskan dengan media digital. Sementara itu iklan digital pada ponsel hanya mendapat porsi 5% dibandingkan media lain. Fakta tersebut masih berlangsung hingga kini. Tak heran bila kemudian Affle semakin agresif menggarap pasar m-commerce atau iklan mobile di Indonesia.
Setelah Pinch diluncurkan, Affle meminang tiga operator seluler terbesar Indonesia. Tujuannya adalah untuk mendukung aplikasi mobile tersebut agar bisa digunakan lintas seluler dan lintas operator. Selain itu Affle juga brencana memperpanjang kontraknya dengan P&G untuk aplikasi Laga Bintang.

Adalah Anuj Kumar, CEO Affle yang merintis Affle sejak 6 tahun lalu di Singapura. Pria yang meraih gelar Master Komunikasi di The Mudra Institute of Communications Ahmedabad (MICA) India tersebut semakin serius mengisi pasar iklan digital di Indonesia. Dalam kunjungannya ke Jakarta, reporter SWA Online, Tika Widyaningtyas berkesempatan mewawancarai pengusaha muda tersebut.

< Read more > http://swa.co.id/ceo-interview/obsesi-anuj-kumar-ramaikan-5-persen-iklan-digital

Sudhamek AWS Pandang Happines dari Duniawi dan Spiritual

CEO Garudafood, Sudhamek AWS melihat happiness dari dua angle. Dari sisi duniawi (ekonomi) dan non duniawi (spiritual). Dari sisi ekonomi, happiness merupakan hasil bagi dari possession (yang dimiliki) dengang desire (keinginan). Penafsiran dari hukum ekonomi adalah untuk meningkatkan kebahagiaan maka prosentase possession harus ditambah. “Nah, ini yang saya tidak setuju. Dari pandangan seorang Budhis, secara spiritual, untuk mencapai kebahagiaan yang harus dikendalikan adalah desire-nya,” ujar Sudhamek yang juga Ketua Umum Majelis Budhayana Indonesia ini. Setinggi apa pun possession ditingkatkan kalau desire-nya liar, maka hasil baginya tidak akan ketemu. 

Contohnya, masyarakat yang hidup di pedesaan. Meski secara financial kehidupan mereka sangat minimal, tetapi mereka bersahaja dan tidak memiliki keinginan (desire) yang neko-neko maka mereka jauh lebih bahagia dari orang-orang sukses di kota-kota. “Saya memaknai happiness secara berbeda. Memang, possession harus berkembang, tetapi desire harus di-manage,” katanya. 

Read more > http://swa.co.id/profile/sudhamek-aws-pandang-happines-dari-duniawi-dan-spiritual

Rabu, 06 Juni 2012

Dalam Dunia Kerja, Komunikasi Dua Arah Sangat Vital

Suasana ruang Tanjung Rasamala Hotel Mandarin Oriental sore itu lebih riuh dari biasanya. Lebih dari 40 wanita karier dengan beragam kebangsaan gemas dengan dua temannya. Mereka tengah bermain seraya memahami arti komunikasi dua arah sebenarnya.

Permainan tersebut memang hanya melibatkan dua wanita yaitu Gene Sugandy dari Colliers Internasional dan Hellen Lewis. Dalam permainan ini, Gene berperan sebagai pendengar dengan spidol dan kertas gambar di hadapannya. Ia berdiri di ujung ruangan menghadap kertas gambar dan dinding. Sementara itu di ujung lain di belakang Gene, Hellen menjadi pembicara. Wendy Kusumowidagdo, sang instruktur,  menunjukkan secarik gambar sekelompok bangun datar pada Hellen. Tugas Hellen adalah mendiskripsikan gambar tersebut kepada Gene agar ia membuat gambar yang sama seperti yang didiskripsikan Hellen. Aturannya, Gene tidak boleh berbicara apapun, hanya mendengar yang dikatakan Hellen.

Read more > http://swa.co.id/business-strategy/management/dalam-dunia-kerja-komunikasi-dua-arah-sangat-vital

Selasa, 05 Juni 2012

Worldclass Quality Achievement 2012: “SELEBRASI BAGI PERAIH WORLDCLASS BRAND”

Worldclass Quality Achievement 2012: "SELEBRASI BAGI PERAIH WORLDCLASS BRAND"

Worldclass Brand! Itulah predikat baru nan prestisius yang dialamatkan bagi puluhan merek-merek di Tanah Air, hasil survei Global Customer Satisfaction Standard (GCSS) 2012 yang dilakukan oleh MARS Marketing Research dan Majalah SWA. Mereka memang pantas mendapatkannya. Karena, upaya para pemilik dan pengelola merek dalam memuaskan customernya dalam beberapa tahun terakhir sudah sangat excellent atau boleh dikata di atas rata-rata nilai standar dunia kepuasan pelanggan.

Hasil survei tersebut menang mengejutkan, Karena terdapat puluhan merek disini yang berhasil meraihnya. Sebut saja misalnya : Indosat, Honda, Yamaha, Toyota, KIA, Kalbe, Pocari Sweat, AIA, Bank Mandiri adalah merek-merek yang masuk dalam merek-merek berkualitas standar dunia atau Worldclass Brand. Untuk itulah, pada Kamis, 10 Mei lalu di Ball Room A, Hotel Shangri-La, Jakarta, kami menyelenggarakan acara selebrasi Worldclass Quality Achievement WQA) 2012 kepada para peraih merek-merek berkualitas standar dunia atau Worldclass Brand.

Read more > http://swamediainc.com/events/2012/worldclass-quality-achievement-2012-selebrasi-bagi-peraih-worldclass-brand/

Tahan Sakit, Ananda Siregar Sukses Mengembangkan Blitz Megaplex

Ananda Siregar pemilik Blitz Megaplex dan Mark Wang, direktur GEPISejak entrepreneurship ramai digalakkan, banyak pebisnis muda dan pemula bermunculan. Bersamaan dengan tren tersebut, malaikat investor pun berdatangan. Mereka jadi rebutan anak muda yang bermimpi sukses dan kaya raya. Tak ada yang salah dengan mimpi tersebut. Namun kesuksesan bukan datang dari malaikat investor melainkan dari kekuatan dalam diri mereka untuk terus berusaha dan kebal dengan sakitnya kegagalan.

“Yang tahan sakit yang menang,” ujar Ananda Siregar. Pria  yang sukses dengan bisnis bioskop BlitzMegaplex mengatakan hal tersebut kepada reporter SWA Online di Pad @28, salah satu cafe miliknya.

Read more > http://swa.co.id/entrepreneur/tahan-sakit-ananda-siregar-sukses-mengembangkan-blitz-megaplex

Jumat, 01 Juni 2012

Abundance Mentality: Spirit Kapitalisme Baru

Ekuslie Goestiandi, Pemerhati dunia manajemen, penulis buku Trilogi Pembelajaran.

Mendiang Michael D. Ruslim, mantan orang nomor satu di Astra International suka berpesan, “Kalau tak bisa membuat orang lain gembira, jangan membuat mereka susah.” Intinya sederhana: jadikanlah kehadiran kita sebagai sumber kegembiraan, bukan kejengkelan ataupun ketidaknyamanan orang lain.

Boleh jadi almarhum berpesan seperti itu, karena melihat ada orang yang justru merasa bangga jika bisa menjadi trouble maker. Semakin bisa mendatangkan kejengkelan pada orang lain, semakin sukacitalah hatinya. Juga, semakin bisa menghadirkan ketakutan pada orang lain, semakin merasa terhormatlah yang bersangkutan.

Read more > http://swa.co.id/my-article/abundance-mentality-spirit-kapitalisme-baru